Proyeksi IHSG Selasa 8 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada HRUM dan MDKA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 07:20
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan k Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan k (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Selasa 8 September 2026. 

IHSG ditutup koreksi sebesar 0,25 persen ke level 6.619 pada perdagangan Senin 7 September 2026, setelah sempat bergerak fluktuatif.

MNC Sekuritas menilai tekanan jual yang meningkat masih mendominasi pergerakan indeks.

"IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 0,25 persen ke 6.619 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat," tulis MNC Sekuritas dalam kajiannya, Selasa 8 September 2026.

Baca juga: Senin Pagi, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.646

Area koreksi IHSG yang sebelumnya diperkirakan telah tercapai. Namun, dalam skenario terburuk, IHSG disebut telah berada di akhir wave v dari wave (c), sehingga indeks masih rawan mengalami koreksi lanjutan.

"IHSG rawan terkoreksi dengan area terdekat berada di 6.578-6.598," lanjutnya.

Sementara itu, level support IHSG berada di 6.561 dan 6.476. Sedangkan resistance berada di 6.705 dan 6.755.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati diantaranya PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

Strategi Buy on Weakness untuk saham HRUM. Saham HRUM terkoreksi 1,05 persen ke level 940 dan masih didominasi tekanan jual, meskipun volume transaksi cenderung mengecil. 

Diperkirakan posisi HRUM saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c].

Investor dapat mempertimbangkan akumulasi HRUM pada rentang 890-910. Target harga yang dipatok berada di 985 dan 1.015, dengan batas stoploss di bawah 870.

Baca juga: Proyeksi IHSG Senin 7 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada AMRT dan ELSA

Saham INKP justru menguat 3,13 persen ke level 9.075. Penguatan tersebut disertai munculnya volume pembelian. Pergerakan saham juga masih mampu bertahan di atas cluster MA20 dan MA200.

Diperkirakan posisi INKP saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave B. 

Strategi Buy on Weakness dapat dilakukan pada rentang 8.750-8.975, dengan target harga 9.250 dan 9.500. Sementara stoploss ditetapkan di bawah 8.500.

Untuk saham MDKA srtategi rekomendasi Trading Buy. MDKA terkoreksi 0,69 persen ke level 2.880 dan masih didominasi tekanan jual. Pergerakannya juga belum mampu menembus MA20.

Namun, selama MDKA mampu bertahan di atas level 2.850, Diperkirakan saham tersebut masih berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C.

Investor dapat melakukan Trading Buy pada rentang 2.860-2.880, dengan target harga 2.980 dan 3.020. Adapun stoploss berada di bawah 2.850.

Saham TPIA terkoreksi 1 persen ke level 1.975 dan masih didominasi tekanan jual. Pergerakannya juga telah berada di bawah MA60.

Diperkirakan posisi TPIA saat ini berada pada bagian awal dari wave (c) dari wave [y]. Dengan kondisi tersebut, saham TPIA dinilai masih rawan melanjutkan koreksi ke rentang 1.650-1.790.

Strategi Sell on Strength dapat dipertimbangkan pada rentang harga 2.000-2.020.

x|close