Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Senin, 7 September 2026.
IHSG ditutup terkoreksi 0,47 persen ke level 6.636 pada perdagangan Jumat 4 September 2026 dan disertai munculnya tekanan jual.
MNC Sekuritas dalam ulasannya menyebut, pada timeframe weekly, IHSG menguat 1,82% dan disertai dengan munculnya volume pembelian yang cukup tinggi
"Worst case, skenario IHSG sudah berada di akhir wave v dari wave (c), sehingga IHSG rawan terkoreksi dengan area terdekat berada di 6.578-6.626," tulis MNC Sekuritas dalam ulasannya dikutip Minggu 6 September 2026.
Baca juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.695
IHSG diproyeksi berada di 6.561 dan 6.476. Sementara itu, level resistance berada di 6.705 dan 6.755.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati diantaranya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Saham AMRT terkoreksi 1,13 persen ke level 1.310 dan disertai tekanan jual. Diperkirakan posisi AMRT berada di akhir wave (a) dari wave [y].
Investor dapat mempertimbangkan akumulasi AMRT pada level 1.280-1.300, dengan target harga 1.345 dan 1.365. Adapun batas stop loss berada di bawah 1.270.
Saham ELSA terkoreksi 2,01 persen ke level 730 dan disertai tekanan jual. Diperkirakan posisi ELSA berada pada bagian awal wave 2 dari wave (C).
Area beli yang direkomendasikan berada di 695-720, dengan target harga 780 dan 830. Stop loss ditetapkan di bawah 660.
Saham SSMS menguat 0,42 persen ke level 1.185, meski disertai munculnya tekanan jual. Posisi SSMS diperkirakan berada pada bagian wave (iv) dari wave [v] pada label hitam.
Area beli yang direkomendasikan berada di 1.065-1.165, dengan target harga 1.265 dan 1.365. Stop loss berada di bawah 1.020.
Baca juga: Proyeksi IHSG Jumat 4 September 2026 dan Rekomendasi Saham, ada ASII dan BMRI
Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) mendapatkan rekomendasi Sell on Strength. Saham INDY terkoreksi ke level 2.790 dan masih disertai tekanan jual. Namun, koreksi saham tersebut masih tertahan oleh MA200.
Diperkirakan posisi INDY berada pada bagian akhir wave 5 dari wave (A), sehingga ruang penguatannya dinilai relatif terbatas dan saham tersebut rawan mengalami koreksi.
Adapun area koreksi terdekat INDY diperkirakan berada di level 2.470-2.640. Investor dapat mempertimbangkan strategi Sell on Strength pada kisaran 2.820-2.910.
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar (Antara)