Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) berencana menyediakan berbagai peralatan pendukung kegiatan pascaproduksi bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai 2027. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat peran koperasi sebagai offtaker atau pihak yang menyerap dan membeli produk unggulan masyarakat.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Lampung, Jumat, 4 September 2026. Ia menilai dukungan peralatan diperlukan agar KDKMP tidak hanya bertugas menyalurkan produk masyarakat, tetapi juga mampu melakukan pengolahan lanjutan sehingga nilai tambah komoditas dapat meningkat.
"Kami akan mendorong agar fungsi offtaker dapat dilaksanakan dengan baik. Maka kami di tahun 2027 mengambil inisiatif untuk penyediaan alat atau mesin bagi kegiatan pascaproduksi," kata Ferry dalam siaran pers Kemenkop.
Menurut Ferry, mesin dan peralatan yang tersedia di pasaran saat ini lebih banyak diperuntukkan bagi kebutuhan praproduksi. Sebaliknya, sarana yang dapat digunakan untuk kegiatan pascaproduksi masih terbatas.
Baca Juga: Kemenkop Ungkap Alasan Penempatan Manajer KDKMP Belum Dimulai
Keterbatasan tersebut, lanjut dia, membuat ruang bagi koperasi untuk mengambil peran dalam proses hilirisasi produk unggulan masyarakat belum maksimal.
Ferry menyebut beberapa peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pascaproduksi, seperti dryer untuk komoditas padi dan cold storage yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai hasil pertanian serta perikanan.
Ketersediaan sarana tersebut diharapkan memungkinkan KDKMP melakukan pengolahan terhadap produk masyarakat sebelum dipasarkan. Dengan begitu, produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Tidak hanya menyiapkan fasilitas pascaproduksi, Kemenkop juga mendorong agar produk lokal menjadi prioritas untuk dipasarkan melalui gerai-gerai KDKMP yang berada di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Kemenkop Bekali Hampir 30 Ribu Calon Manajer Koperasi Merah Putih dengan Pelatihan Manajerial
"Kami akan prioritaskan barang yang dijual di gerai KDKMP adalah hasil produk UMKM dan lainnya," ujarnya.
Ferry mengatakan KDKMP tetap memiliki opsi untuk bekerja sama secara langsung dengan prinsipal atau produsen apabila kebutuhan pokok masyarakat belum mampu dipenuhi melalui produk lokal.
Melalui langkah tersebut, KDKMP diharapkan dapat berperan lebih besar dalam ekosistem hilirisasi produk masyarakat. Koperasi juga diharapkan mampu memperkuat penyerapan produk UMKM sekaligus berbagai komoditas unggulan dari daerah.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Petugas koperasi menata karung berisi sampel arang tempurung kelapa saat pelepasan ekspor perdana arang tempurung kelapa produksi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Awunio di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 21 Febuari 2026. Pemprov Sulawesi Tenggara melepas ekspor perdana 50 ton arang tempurung kelapa senilai Rp750 juta hasil produksi KDMP Awunio, Kabupaten Konawe Selatan dengan tujuan China. (Antara)