Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun untuk Pembuatan Rekening Massal Warga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 21:43
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program pembukaan rekening bank massal bagi masyarakat.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026, Airlangga menjelaskan bahwa program ini menargetkan lebih dari 200 juta penduduk Indonesia. Masing-masing rekening nantinya akan langsung diisi saldo awal sebesar Rp50 ribu.

"Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dolar AS) atau sekitar Rp11 T lah," jelas Airlangga.

Kendati demikian, pemerintah masih mengkaji apakah alokasi anggaran tersebut akan dibebankan pada APBN Tahun Anggaran 2026 atau APBN 2027. Skema teknis dan detail pendanaan saat ini tengah digodok secara intensif bersama Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 

"Kita akan siapkan dalam waktu dekat. Roll out-nya kita akan bahas dengan BI dan OJK," tambahnya.

Program pembuatan rekening massal ini rencananya dieksekusi secara bertahap dan ditargetkan sudah dapat dimulai sebelum akhir tahun 2026. Untuk tahap awal, pemerintah menyiapkan fasilitas pembukaan rekening di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan memanfaatkan mekanisme integrasi data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Kebijakan strategis ini dirilis menyusul arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna menjamin seluruh warga negara Indonesia terhubung dengan sistem perbankan formal, sekaligus menggenjot angka inklusi dan literasi keuangan nasional.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close