Bus Terjun ke Jurang, 25 Orang Tewas Mayoritas Anak Remaja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi kecelakaan atau Korban Tewas Ilustrasi kecelakaan atau Korban Tewas (Freepik/ rawpixel.com)

Ntvnews.id, Capa Verde - Sedikitnya 25 orang meninggal dunia dalam kecelakaan bus tragis di Pulau Fogo, Cape Verde, Afrika Barat. Sebagian besar korban merupakan anak-anak dan remaja.

Radio publik Cape Verde, RCV, melaporkan kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (5/9/2026). Selain korban meninggal, sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi serius.

Dilansir dari AFP, Senin, 7 September 2026, Kepala Perlindungan Sipil Kota Sao Filipe, Jose Canuto, mengatakan bus tersebut mengangkut 32 penumpang. Kendaraan itu diduga keluar dari jalurnya sebelum akhirnya terjun ke jurang ketika dalam perjalanan menuju Sao Filipe.

Sebelum kecelakaan terjadi, bus tersebut membawa rombongan dalam perjalanan wisata menuju Desa Cha das Caldeiras. Desa itu berada di kawasan kawah Gunung Pico do Fogo.

Canuto menyebut kecelakaan dengan kondisi separah itu relatif jarang terjadi di Cape Verde. Terlebih, kondisi jalan di negara kepulauan tersebut secara umum dinilai cukup baik.

Baca Juga: Kecelakaan Bus di Mesir Tewaskan 16 Orang

Proses evakuasi berlangsung sepanjang malam. Tim penyelamat berupaya mengeluarkan para korban yang masih terjebak di dalam bangkai bus yang berhenti di sebuah lembah berbatu dan sulit dijangkau.

Salah satu korban meninggal dunia merupakan sopir bus. Sopir tersebut diketahui rutin mengorganisasi perjalanan serupa setiap tahun.

Perjalanan wisata itu disebut menjadi bentuk hadiah bagi para siswa yang selama tahun ajaran biasa diantar oleh sopir tersebut ke sekolah.

RCV melaporkan sebanyak tujuh korban telah dimakamkan pada Minggu, 6 September 2026 pagi. Sementara korban lainnya juga dijadwalkan dimakamkan pada hari yang sama.

Hingga kini, otoritas setempat masih melanjutkan proses evakuasi serta identifikasi korban untuk memastikan seluruh penumpang yang berada di dalam bus dapat terdata.

x|close