Ntvnews.id, Tel Aviv - Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus menerima hasil kurang menggembirakan dalam jajak pendapat terbaru. Partai tersebut kini berada di posisi kedua setelah disalip Yashar, partai yang dipimpin mantan kepala staf militer Israel Gadi Eisenkot.
Survei yang dipublikasikan Channel 12 menunjukkan Yashar diproyeksikan memperoleh 24 kursi di Knesset. Sementara itu, Likud diperkirakan mendapatkan 23 kursi.
Dilansir dari Middle East Monitor, Kamis, 3 September 2026, Hasil survei tersebut memperlihatkan adanya perubahan signifikan dalam peta politik Israel menjelang kemungkinan pelaksanaan pemilihan umum. Data tersebut dipublikasikan Channel 12 pada Senin malam.
Partai B'Yachad yang dipimpin Naftali Bennett menempati peringkat ketiga dengan proyeksi 15 kursi. Di bawahnya terdapat Partai Demokrat pimpinan Yair Golan dengan 11 kursi.
Selanjutnya, Yisrael Beytenu yang dipimpin Avigdor Lieberman diperkirakan meraih sembilan kursi.
United Torah Judaism di bawah kepemimpinan Moshe Gafni serta Otzma Yehudit yang dipimpin Itamar Ben-Gvir masing-masing memperoleh proyeksi delapan kursi.
Baca Juga: Cicilan Pertama Utang Kopdes ke Himbara Jatuh Tempo September, Purbaya: Uangnya Sudah Ada
Sementara itu, Joint List yang dipimpin Yousef Jabareen dan Partai Shas sama-sama diproyeksikan mendapatkan tujuh kursi.
Partai Rakyat Israel yang baru dipimpin mantan perwira militer Israel Ofer Winter juga menunjukkan perkembangan positif. Partai tersebut berhasil memperoleh empat kursi dalam jajak pendapat.
Daftar Arab Bersatu yang dipimpin Mansour Abbas juga diperkirakan mendapatkan empat kursi di parlemen.
Partai Sekutu Netanyahu Terancam Gagal Masuk Knesset
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)
Tidak seluruh partai dalam survei tersebut diproyeksikan berhasil mendapatkan kursi di Knesset. Partai Zionisme Religius yang dipimpin Bezalel Smotrich hanya memperoleh 2,6 persen suara.
Perolehan tersebut membuat partai yang menjadi salah satu sekutu Netanyahu itu gagal memenuhi ambang batas parlemen.
Nasib serupa dialami Partai Rumah Zionis untuk Cadangan yang dipimpin Chili Tropper dan Yoaz Hendel. Partai tersebut juga hanya mengantongi 2,6 persen suara sehingga tidak berhasil melewati batas minimum untuk memperoleh kursi.
Survei itu juga menunjukkan Gadi Eisenkot unggul atas Netanyahu ketika responden ditanya mengenai tokoh yang dinilai paling layak menduduki jabatan perdana menteri.
Israel dijadwalkan menggelar pemilihan umum pada 27 Oktober mendatang. Pemilu tersebut akan menentukan komposisi parlemen sekaligus posisi perdana menteri.
Benjamin Netanyahu (The Arab News)