Iran Cap AS sebagai 'Setan' Usai Serangan Hantam Pesta Pernikahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. /ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. Arsip foto - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. /ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran melontarkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat setelah sebuah serangan menghantam pesta pernikahan di wilayah selatan negara tersebut. Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan menyebut Amerika Serikat sebagai 'Setan' terkait insiden tersebut pada Rabu, 2 September 2026.

DIlansir dari AFP, Kamis, 2 September 2026, Pejabat Iran menyatakan sedikitnya empat orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi pada larut malam ketika pesta pernikahan berlangsung di Kuhestak, Iran selatan.

Ghalibaf mengatakan serangan tersebut turut menimbulkan korban dari kalangan anak-anak yang sedang berada bersama keluarganya.

Ghalibaf mengatakan serangan itu menyebabkan "anak-anak ikut menjadi korban bersama keluarga mereka."

Selain menyoroti serangan terhadap pesta pernikahan, Ghalibaf juga mengungkit sejumlah serangan mematikan lainnya yang terjadi di Iran pada fase awal konflik di Timur Tengah. Salah satunya adalah serangan yang menyasar sebuah sekolah di Minab.

Dalam pernyataannya melalui media sosial X, Ghalibaf kembali menggunakan istilah 'Setan' untuk menggambarkan Amerika Serikat dan menyebut Israel sebagai sekutu utamanya.

Baca Juga: Iran Ungkap Kembangkan Sistem Pertahanan Udara Baru yang Belum Dimiliki Negara Lain

"Jika suatu kekuatan bertindak seperti Setan, memilih sasaran seperti Setan, dan membunuh seperti Setan, maka itu adalah Setan. Melindungi Setan junior yang melakukan hal yang sama? Itu adalah Setan Besar," kata Ghalibaf dalam unggahan di X.

Istilah tersebut memiliki sejarah panjang dalam retorika politik Iran terhadap Washington. Pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, pertama kali menggunakan sebutan 'setan' untuk Amerika Serikat pada 1979. Para pemimpin Iran setelahnya juga terus memakai istilah tersebut ketika mengecam kebijakan Washington.

Sebagai respons terhadap serangan itu, Iran kemudian melancarkan serangkaian serangan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Sasaran yang disebut antara lain berada di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, serta wilayah Kurdistan, Irak.

Militer Amerika Serikat tidak memberikan tanggapan secara langsung mengenai tuduhan bahwa serangan mereka menghantam pesta pernikahan tersebut.

Namun, juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah bahwa pasukan AS sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

"Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti IRGC," kata Hawkins.

TERKINI

108 PNS Arab Saudi Ditangkap atas Dugaan Korupsi

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 08:05 WIB

5 Ribu Lebih Warga Israel Serbu Kompleks Al-Aqsa

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:55 WIB

Iran Serang Pangkalan Militer AS di UEA, Kuwait hingga Bahrain

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:50 WIB

Hari Ini Prabowo Dijadwalkan Bertemu Putin

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:27 WIB

Putin Tegaskan Dukungan untuk Iran di Tengah Perang Lawan AS

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:10 WIB

Ngeri! Pasutri Terjepit Usai Hantam Truk Fuso

Viral Kamis, 3 Sep 2026 | 07:00 WIB

Iran Hadapi Blokade AS, Ketua DPR Serukan Warga Hemat BBM

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:00 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close