Netanyahu Kutuk Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah pemukim Israel terhadap warga Palestina di Desa Qusra, Tepi Barat, pada Sabtu, 29 Agustus 2026 lalu.

Dilansir dari AFP, Kamis, 3 September 2026, serangan tersebut berlangsung setelah situasi di kawasan itu memanas selama hampir tiga pekan. Ketegangan sebelumnya meningkat sejak awal Agustus ketika kelompok pemukim Israel melakukan pemblokiran akses menuju rumah-rumah warga Palestina di wilayah pinggiran desa yang berada dekat Nablus.

Akibat aksi tersebut, sejumlah warga Palestina dilaporkan terjebak di dalam rumah mereka. Tindakan pemblokiran itu juga mendapat kecaman dari Duta Besar Amerika Serikat.

Warga Qusra mengungkapkan bahwa puluhan pemukim Israel mendatangi desa mereka dan melakukan penyerangan. Para pemukim dilaporkan melempari warga Palestina dengan batu serta membarikade diri di sebuah rumah ketika masih terdapat warga Palestina di dalamnya.

Salah seorang warga, Yussef Abdul Kareem Hassan, mengatakan sejumlah penduduk sedang melakukan pekerjaan rumah ketika sekelompok pemukim datang ke lokasi.

Menurut Hassan, para pemukim kemudian meminta bantuan dan kembali bersama puluhan orang lainnya. Mereka selanjutnya mengepung rumah tempat warga Palestina berada dan melemparkan batu ke arah mereka.

Aksi kekerasan juga dilaporkan terjadi di Desa Jalud yang berada tidak jauh dari Qusra. Menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa, kelompok pemukim menyerang sebuah keluarga Palestina serta kru media asing yang sedang mendampingi keluarga tersebut.

Netanyahu kemudian menyampaikan kecaman terhadap rangkaian aksi kekerasan yang terjadi di kedua desa tersebut.

"Saya mengutuk keras tindakan kekerasan kriminal yang dilakukan di desa Qusra dan Jalud oleh segelintir perusuh yang melanggar hukum , menyebabkan ketidakadilan besar bagi komunitas Yahudi yang taat hukum, mengganggu IDF dalam menjalankan misinya, dan merusak reputasi Israel di dunia," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Iran Sebut Netanyahu Ular yang Menipu AS

Militer Israel mengatakan tentara dan polisi perbatasan telah dikirim ke Qusra setelah menerima laporan mengenai kerusuhan di wilayah tersebut.

"Setelah tiba di lokasi, pasukan keamanan mengidentifikasi puluhan perusuh yang telah membarikade diri di dalam sebuah rumah warga Palestina sementara warga Palestina berada di dalamnya," kata militer Israel.

Militer Israel juga mengaku telah menerima informasi mengenai adanya warga Palestina yang mengalami luka akibat insiden tersebut.

Pasukan Israel kemudian berusaha mengeluarkan para pemukim dari dalam rumah. Mereka juga memisahkan warga Palestina dan kelompok pemukim serta menyita beberapa kendaraan yang diduga digunakan untuk mendatangi lokasi kejadian.

Polisi Israel selanjutnya membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Kendaraan yang disita disebut akan digunakan sebagai barang bukti dalam proses penyelidikan.

"Pasukan keamanan mengutuk keras segala bentuk kekerasan," kata militer Israel.

Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026.  <b>(Antara)</b> Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. (Antara)

Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, aksi tersebut dilaporkan mengalami peningkatan.

Lebih dari 500.000 warga Israel saat ini tinggal di sejumlah permukiman di wilayah Palestina. Permukiman tersebut dinilai ilegal berdasarkan hukum internasional. Di sisi lain, sekitar tiga juta warga Palestina bermukim di kawasan tersebut.

Israel menguasai Tepi Barat sejak 1967. Konflik dan kekerasan di wilayah itu kembali meningkat sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023.

Berdasarkan penghitungan AFP terhadap data Kementerian Kesehatan Palestina, sebanyak 1.103 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat sejak perang Gaza dimulai. Korban mencakup warga sipil maupun anggota kelompok bersenjata yang tewas akibat tindakan pasukan Israel atau pemukim.

Sementara itu, data dari Israel mencatat 48 warga Israel, termasuk warga sipil dan personel keamanan, meninggal dunia akibat serangan Palestina atau selama operasi militer Israel dalam periode yang sama.

TERKINI

108 PNS Arab Saudi Ditangkap atas Dugaan Korupsi

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 08:05 WIB

5 Ribu Lebih Warga Israel Serbu Kompleks Al-Aqsa

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:55 WIB

Iran Serang Pangkalan Militer AS di UEA, Kuwait hingga Bahrain

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:50 WIB

Hari Ini Prabowo Dijadwalkan Bertemu Putin

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:27 WIB

Putin Tegaskan Dukungan untuk Iran di Tengah Perang Lawan AS

Luar Negeri Kamis, 3 Sep 2026 | 07:10 WIB

Ngeri! Pasutri Terjepit Usai Hantam Truk Fuso

Viral Kamis, 3 Sep 2026 | 07:00 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close