Ntvnews.id, Gaza - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam peringatan Israel yang mengancam akan mengusir warga dari kawasan di Gaza yang menjadi lokasi peluncuran layang-layang, drone, dan balon ke arah wilayah Israel. PBB menilai pernyataan tersebut tidak dapat dibenarkan dan menyoroti penggunaan "retorika yang tidak dapat diterima" oleh pejabat senior Israel.
Dilansir dari AFP, Kamis, 27 Agustus 2026, Juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Ravina Shamdasani, menyampaikan kritik tersebut kepada wartawan di Jenewa.
"Terkait ancaman pengusiran akibat anak-anak yang menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua sepakat bahwa hal ini keterlaluan," ujar Shamdasani.
Sebelumnya, Israel memperingatkan Hamas akan memperluas operasi militernya di Gaza apabila peluncuran layang-layang, drone, maupun balon menuju Israel terus dilakukan. Peringatan itu muncul setelah sejumlah insiden serupa kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Hamas sendiri membantah terlibat dalam peluncuran benda-benda tersebut.
Media Israel melaporkan sedikitnya empat layang-layang ditemukan di sebuah permukiman yang berada di dekat perbatasan Gaza pada Sabtu. Satu layang-layang lainnya dilaporkan berhasil ditembak jatuh oleh militer Israel pada Minggu. Dalam beberapa hari terakhir, sekitar 10 layang-layang telah ditemukan.
Kemunculan kembali layang-layang dan balon tersebut mengingatkan pada serangkaian aksi serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Saat itu, layang-layang dan balon pembakar yang diterbangkan dari Gaza memicu kebakaran di sejumlah lahan pertanian di wilayah selatan Israel.
Baca Juga: Gempa Kolombia: PBB Melaporkan Kerusakan Ribuan Rumah serta 24 Faskes
Berdasarkan laporan media Israel, militer negara tersebut menduga Hamas berada di balik peluncuran benda-benda yang tidak dilengkapi bahan peledak itu. Pihak militer menilai aksi tersebut kemungkinan dilakukan untuk menguji respons Israel.
Pemerintah Israel kemudian meminta Hamas menghentikan peluncuran tersebut dan mengeluarkan ancaman tindakan lebih lanjut.
"Israel memperingatkan Hamas bahwa jika peluncuran ke arah Israel tidak segera dihentikan, IDF (militer Israel) akan mengambil tindakan untuk mengintensifkan operasi terarah terhadap pihak yang bertanggung jawab... dan akan mengevakuasi penduduk dari wilayah tempat layang-layang, drone, dan balon diluncurkan," demikian pernyataan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
Dari pihak Hamas, anggota biro politik Bassem Naim membantah narasi tersebut. Ia menyebut layang-layang yang diterbangkan dari Gaza berkaitan dengan anak-anak yang berusaha menikmati masa kanak-kanak mereka di tengah situasi kehancuran.
Menurut Naim, layang-layang tersebut "diluncurkan dari Gaza oleh anak-anak yang mencari masa kecil mereka yang polos di tengah reruntuhan".
Dalam pernyataan lainnya, Hamas menuduh Israel menjadikan kemunculan layang-layang sebagai "dalih" untuk melakukan serangan udara di bagian tengah Gaza. Layanan penyelamatan pertahanan sipil Gaza menyebut tiga orang tewas dalam serangan tersebut.
Shamdasani mengatakan ancaman terbaru dari Israel merupakan bagian dari rangkaian pernyataan yang sebelumnya juga telah mendapat perhatian PBB.
"Kami terus melihat retorika yang tidak dapat diterima dari tingkat tertinggi otoritas Israel, yang menunjukkan pengabaian total terhadap hak asasi manusia internasional dan hukum kemanusiaan, serta menganjurkan dan menghasut kekerasan yang mengarah pada kejahatan kekejaman," ujarnya.
Ilustrasi - Bendera PBB. (ANTARA/Anadolu)