Ntvnews.id, Gaza - Militer Israel kembali melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Kali ini, serangan menyasar sebuah markas kepolisian di wilayah Kota Gaza dan menyebabkan sedikitnya sembilan orang meninggal dunia, termasuk seorang anak perempuan.
Militer Israel mengklaim serangan tersebut ditujukan kepada seorang komandan Hamas yang berada di lokasi.
Dilansir dari AFP, Jumat, 21 Agustus 2026, Otoritas Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza melaporkan telah menerima sembilan jenazah akibat serangan itu. korban tewas terdiri dari seorang perempuan dan seorang anak perempuan berusia 13 tahun bernama Dana Haitham al-Jamasi.
Selain korban meninggal, sedikitnya 20 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang sama.
Badan pertahanan sipil Gaza yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah naungan Hamas turut membenarkan jumlah korban tewas tersebut.
Rekaman AFP dari Rumah Sakit Al-Shifa memperlihatkan suasana duka ketika para pelayat menangisi kantong jenazah yang berisi jasad anggota keluarga mereka.
"Di mana gencatan senjata itu ketika rakyat Palestina kehilangan puluhan putra mereka setiap hari, termasuk anggota kepolisian?" tanya salah satu warga Gaza, Mahmoud Jundiya, kepada AFP di luar rumah sakit.
"Ke mana kami harus mengadu? Kepada siapa kami harus menyuarakan jeritan hari kami," ucapnya.
Baca Juga: Menteri Garis Keras Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Tiap Malam
Dalam keterangan resminya, militer Israel menyatakan serangan tersebut menyasar "pertemuan para teroris" yang berlangsung di dalam markas kepolisian. Menurut klaim Tel Aviv, pertemuan itu dihadiri empat anggota Hamas dan seorang anggota kelompok militan Komite Perlawanan Rakyat.
Israel menuduh kelompok tersebut tengah menyusun rencana serangan terhadap pasukannya yang berada di Jalur Gaza.
"Sebelum serangan dilakukan, langkah-langkah telah diambil untuk meminimalisir risiko terhadap warga sipil, termasuk penggunaan amunisi presisi dan pengintaian udara," sebut militer Israel dalam pernyataannya.
Selain serangan di Kota Gaza, militer Israel juga mengklaim telah menyerang seorang komandan sayap militer Hamas di kawasan Nuseirat, Gaza bagian tengah. Tel Aviv menyebut tokoh tersebut terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang kemudian memicu perang di Gaza.
Serangan terhadap markas kepolisian itu berlangsung sehari setelah Israel melancarkan serangan ke sebuah kafe yang dipadati warga di kawasan pelabuhan Kota Gaza. Serangan tersebut menewaskan enam orang, termasuk seorang anak. Israel kembali mengklaim serangan itu menyasar sejumlah komandan Hamas.
Seorang anak berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina (Antara)