PBB: Kekerasan Pemukim dan Pasukan Israel di Tepi Barat Semakin Memburuk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Agu 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang anak berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina Seorang anak berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina (Antara)

Ntvnews.id, New York - Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyatakan kekerasan yang dilakukan pemukim dan pasukan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat terus mengalami peningkatan.

PBB juga menyoroti semakin kuatnya upaya Israel untuk menganeksasi wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Juru bicara OHCHR Thameen Al-Kheetan menegaskan Israel, sebagai kekuatan pendudukan, memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat Palestina dan menyelidiki setiap serangan yang menimpa mereka.

"Kekerasan oleh pemukim dan pasukan Israel serta meluasnya aneksasi Tepi Barat Palestina yang diduduki semakin memburuk. Serangan-serangan ini harus dihentikan," kata Al-Kheetan kepada Anadolu di Jenewa, dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut muncul ketika kekhawatiran internasional meningkat terkait aksi kekerasan oleh pemukim Israel serta perluasan permukiman di sejumlah kawasan Tepi Barat.

PBB sebelumnya telah berulang kali memperingatkan bahwa pembangunan permukiman Israel dan berbagai kebijakan terkait dapat semakin memperkuat kontrol Israel atas wilayah Palestina. Kondisi itu dinilai turut mengancam hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.

Baca Juga: Dari Meja dan Kursi Baru, Tumbuh Semangat Belajar Siswa SDN Batu Cermin

Al-Kheetan mengatakan otoritas Israel juga mempunyai kewajiban untuk memastikan pelaku serangan terhadap warga Palestina dimintai pertanggungjawaban. Hal itu mencakup pelaksanaan penyelidikan serta upaya memberikan keadilan dan reparasi kepada para korban.

"Kantor kami terus mendokumentasikan dan melaporkan pelanggaran hak asasi manusia, memberikan peringatan dini, serta menyerukan negara-negara anggota PBB untuk bertindak," ujarnya.

Al-Kheetan kemudian meminta pemerintah berbagai negara meningkatkan tekanan agar Israel menjalankan kewajibannya sesuai dengan hukum internasional.

"Komunitas internasional harus mengambil tindakan, dengan menggunakan segala cara yang memungkinkan," katanya. Ia juga menyerukan penghormatan terhadap "hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri."

HIGHLIGHT

x|close