BNPB Dorong Penanganan Bersama untuk Atasi Dampak Asap Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 00:05
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas saat memadamkan api di Tanjung Saguk, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Ahad Petugas saat memadamkan api di Tanjung Saguk, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Ahad (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, untuk mengedepankan kerja sama dalam menghadapi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bukan saling menyalahkan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Berton Pandjaitan menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat menyebar tanpa mengenal batas wilayah administratif maupun negara. Karena itu, penanganannya membutuhkan upaya bersama dari setiap negara.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut Berton, Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga mengenai kemungkinan munculnya dampak asap lintas batas. Namun, pemerintah Indonesia juga telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani karhutla.

"Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemadaman di darat, patroli, pemadaman dari udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca, serta penambahan personel TNI-Polri yang bekerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca juga: Hari Kedelapan, BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak dan Pendataan Dilakukan Secara Paralel

Selain langkah pemadaman, pemerintah juga melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Berton menyampaikan bahwa pemerintah telah mengoperasikan 52 pesawat untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 pesawat dikerahkan di Kalimantan dan 22 lainnya beroperasi di Sumatra.

Kekuatan TNI AU juga ditambah untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

"Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ucap Berton.

Baca juga: Masih Terjadi Gempa Susulan, BNPB Minta Warga NTT Tetap Waspada dan Siap Siaga

Ia menambahkan, pergerakan asap akibat karhutla perlu dianalisis dengan mempertimbangkan data meteorologi. Beberapa faktor yang menjadi perhatian meliputi arah dan kecepatan angin, kondisi atmosfer, serta hasil pemantauan satelit dan kondisi di lapangan.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close