Atasi Karhutla Sumsel, Kemenhut Tambah Pasukan dan Pemadaman Udara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Agu 2026, 16:31
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman karhutla di wilayah Sumatera Selatan, Minggu (22/8/2026) Petugas Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman karhutla di wilayah Sumatera Selatan, Minggu (22/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergerak cepat merespons eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat signifikan di Sumatera Selatan. Langkah penanganan diperkuat melalui penambahan personel Manggala Agni hingga optimalisasi operasi udara lewat pemadaman air (water bombing).

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, yang turun langsung memimpin supervisi penanganan di Sumatera Selatan, memastikan seluruh aspek pendukung di lapangan terpenuhi.

"Prioritas kita sekarang mengendalikan api dan menekan dampak asap terhadap masyarakat. Manggala Agni sudah bekerja berhari-hari di lapangan. Logistiknya harus cukup, kesehatannya dijaga, peralatannya tersedia, dan rotasi pasukan berjalan," ujar Dwi Januanto Nugroho dalam keterangannya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi. Kemenhut, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dunia usaha, masyarakat, serta satgas udara diinstruksikan bergerak searah untuk menanggulangi area yang menjadi sumber asap utama.
 

Peningkatan kejadian kebakaran terpantau paling intensif di empat kawasan, meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin. Untuk menjangkau area terdampak, Kemenhut mengerahkan total 299 personel Manggala Agni.

Armada penanggulangan tersebut terdiri atas 254 personel lokal Sumatera Selatan, dibantu 45 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang didatangkan dari Daops Sarolangun, Muara Tebo, serta Kota Jambi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan hingga 21 Agustus 2026, tercatat 1.605 kejadian karhutla dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai 1.926,2 hektare. Tren lonjakan kasus terasa signifikan dalam dua bulan terakhir, melonjak dari 456 kejadian pada Juli menjadi 897 kejadian sepanjang Agustus. Pada 22 Agustus 2026, data satelit mendeteksi 600 titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten OKI.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa fokus pemadaman diarahkan ke wilayah terparah yang aktif mengeluarkan asap, terutama di OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
 

Selain mengandalkan pergerakan darat, tim gabungan memanfaatkan patroli udara dan water bombing untuk memadamkan titik api di lokasi terisolasi yang sulit diakses jalur darat. Langkah tersebut juga didukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang kembali menerbangkan satu sortie ke semburan awan di atas OKI, Ogan Ilir, dan Banyuasin pada 22 Agustus 2026.

"Pemadaman darat tetap menjadi kekuatan utama, didukung patroli udara, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca. Di lahan gambut, padam di permukaan belum berarti selesai, sehingga pendinginan terus dilakukan sampai bara di bawah permukaan benar-benar aman dan tidak kembali menghasilkan asap," ujar Ferdian.
 
(Sumber: Antara)
 
 

HIGHLIGHT

x|close