Sebanyak 34 Santri Korban Dugaan Keracunan di Sidoarjo Masih Dirawat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 08:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bupati Sidoarjo Subandi (tengah) memberi keterangan terkait kondisi santri korban dugaan keracunan, di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Rabu, 2 September 2026. Ia menyatakan data terkini menampilkan tersisa 34 santri korban yang dirawat di RSI Siti Hajar sementara sisanya telah kembali ke kediaman masing-masing Bupati Sidoarjo Subandi (tengah) memberi keterangan terkait kondisi santri korban dugaan keracunan, di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Rabu, 2 September 2026. Ia menyatakan data terkini menampilkan tersisa 34 santri korban yang dirawat di RSI Siti Hajar sementara sisanya telah kembali ke kediaman masing-masing (Antara)

Ntvnews.id, Sidoarjo, Jawa Timur – Sebanyak 34 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah diduga mengalami keracunan makanan.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan kondisi seluruh santri yang masih dirawat terus membaik.

"Tinggal 34 santri yang masih dirawat di RSI Siti Hajar. Semua sudah dalam keadaan membaik dan sehat," kata Subandi setelah mengunjungi para korban di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Subandi, kondisi ke-34 santri tersebut sudah cukup baik. Mereka diperkirakan dapat kembali ke rumah masing-masing pada Kamis, 3 September 2026 pagi.

Sementara itu, seluruh santri korban yang sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo telah diperbolehkan pulang pada Rabu, 2 September 2026 sore.

Baca juga: Sebanyak 88 Santri Ponpes Sidoarjo Masih Jalani Perawatan Akibat Keracunan Makanan

Lima santri yang terakhir masih mendapatkan perawatan di RSUD Notopuro juga telah kembali ke kediaman masing-masing.

"Tersisa 34 santri yang sedang di rawat di RSI Siti Hajar saja. Selain itu semua sudah pulang," kata Subandi.

Dugaan keracunan tersebut terjadi di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam pada Selasa, 1 September 2026. Berdasarkan pantauan ANTARA, sedikitnya 566 santri mengalami sejumlah gejala, seperti mual, sakit perut, dan lemas.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan bahwa kasus dugaan keracunan tidak hanya dialami santri di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam. Peristiwa serupa juga terjadi di 18 lembaga pendidikan lain di wilayah Sidoarjo.

Para korban diketahui mengonsumsi makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah, Sidoarjo, pada Selasa, 1 September 2026.

Baca Juga: 512 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, 80 Masih Dirawat di Rumah Sakit

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 2 September 2026 siang menerbitkan surat penghentian sementara atau suspend berat terhadap operasional SPPG terkait.

Di sisi lain, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang disajikan. Hasil pengujian tersebut diperkirakan paling cepat selesai dalam waktu satu minggu.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close