Xi Jinping Pingsan di KTT BRICS?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Presiden China Xi Jinping (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China) Presiden China Xi Jinping (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China) (Antara)

Ntvnews.id, Beijing- Rumor mengenai kondisi Presiden China Xi Jinping beredar setelah seorang aktivis politik China yang bermukim di Amerika Serikat (AS) mengklaim Xi mengalami masalah kesehatan saat menghadiri KTT BRICS di India. Klaim tersebut bahkan menyebut Xi sempat pingsan dan mengalami stroke.

Klaim itu disampaikan Xie Wanjun, Ketua Partai Demokrasi China, sebuah kelompok politik yang didirikan pada 1998 dan telah dilarang oleh pemerintah China. Informasi tersebut dilaporkan The Times of India dan News.com.au, Jumat, 18 September 2026.

Xie diketahui meninggalkan China dan kini menetap di AS. Ia merupakan salah satu aktivis politik China yang oleh pemerintah Beijing kerap disebut sebagai pembangkang. Xie juga pernah terlibat dalam demonstrasi mahasiswa di Lapangan Tiananmen pada 1989.

Melalui sejumlah unggahan di media sosial X pada Rabu, 16 September 2026 Xie mengklaim kondisi kesehatan Xi memburuk ketika berada di India. Ia menyebut Xi kembali ke Beijing lebih cepat dari jadwal untuk mendapatkan penanganan medis darurat di Rumah Sakit Umum Tentara Pembebasan Rakyat atau yang biasa dikenal sebagai Rumah Sakit 301.

Menurut klaim Xie, Xi menjalani operasi dan kemudian mendapatkan perawatan di unit perawatan intensif (ICU).

Prabowo Subianto di KTT BRICS <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto di KTT BRICS (Istimewa)

Baca Juga: Xi Jinping Disambut Meriah Kim Jong Un di Pyongyang, Keluarkan Kata-kata Ini

Namun, seluruh klaim tersebut belum mendapatkan verifikasi independen. Salah satu unggahan Xie bahkan memperoleh community note yang menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta.

Hingga kini, pemerintah China juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim tersebut. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah Xi benar-benar pingsan, mengalami stroke, atau mendapatkan perawatan di rumah sakit seperti yang disebutkan dalam unggahan Xie.

Kehadiran Xi di India memang berlangsung relatif singkat. Ia berada di negara tersebut selama sekitar 24 jam dan meninggalkan rangkaian KTT BRICS lebih awal. Xi juga tidak hadir dalam jamuan makan malam resmi yang digelar Perdana Menteri India Narendra Modi pada 12 September.

Beijing tidak menjelaskan secara resmi alasan ketidakhadiran Xi dalam jamuan tersebut. Laporan yang beredar saat itu menyebut Xi kembali ke hotel untuk beristirahat setelah menjalani agenda yang padat.

Perhatian terhadap kondisi Xi juga muncul setelah sebuah rekaman video memperlihatkan Modi menoleh ke arah delegasi China ketika menyampaikan pidato pembukaan KTT.

Dalam rekaman tersebut, Modi terlihat bertanya, "Apakah semuanya baik-baik saja?". Xi kemudian tampak memberikan respons sebelum Modi meneruskan pidatonya.

Momen itu terjadi sebelum Xi tidak menghadiri jamuan makan malam resmi yang digelar Modi.

Klaim Xi Sempat Pingsan

Xie kemudian mengaitkan kepulangan Xi lebih awal dari India dengan dugaan kondisi kesehatan yang disebutnya memburuk.

"Bahkan sebelum KTT BRICS berakhir, Xi Jinping telah mengakhiri kunjungannya ke India dan kembali ke Beijing lebih awal dari jadwal,"tulis Xie.

Xie juga menyoroti rekaman yang memperlihatkan Xi saat menaiki tangga pesawat. Ia mengklaim terdapat tanda-tanda tertentu dari gerakan Xi dalam rekaman tersebut.

"Ketika menaiki pesawat, Xi Jinping tampak kesulitan berjalan, langkahnya terhuyung, tubuhnya berulang kali condong ke arah kiri," ujarnya.

"Semua ini mengisyaratkan bahwa Xi Jinping sudah lanjut usia, dan rezimnya adalah rezim yang sedang sekarat," sebutnya.

Lebih lanjut, Xie mengklaim Xi sempat kehilangan kesadaran ketika mengikuti KTT BRICS. Ia juga menyebut Xi kemudian diterbangkan kembali ke China menggunakan pesawat khusus untuk mendapatkan penanganan medis.

"Setibanya pesawat di bandara Beijing, otoritas Beijing tidak mengerahkan rombongan pejabat untuk menyambutnya, juga tidak menggelar upacara penyambutan. Sebaliknya, sebuah helikopter militer digunakan untuk membawa Xi Jinping langsung ke Rumah Sakit 301 Beijing untuk penanganan darurat," klaimnya.

Xie kemudian menyampaikan klaim lebih spesifik mengenai diagnosis yang disebutnya diterima Xi setelah diperiksa di rumah sakit.

"Kabarnya, setelah diperiksa oleh tim ahli di Rumah Sakit 301 Beijing, Xi Jinping didiagnosis menderita stroke iskemik parah, yakni transient cerebral infarction," imbuh Xie dalam klaimnya.

Ia juga mengklaim Xi menolak mendapatkan perawatan di India dan memilih kembali ke Beijing karena khawatir informasi mengenai kondisi kesehatannya diketahui pemerintah India.

Namun, hingga saat ini tidak ada satu pun klaim tersebut yang telah diverifikasi secara independen. Pemerintah China maupun India juga belum memberikan konfirmasi mengenai dugaan Xi pingsan atau mengalami stroke selama berada di India.

Dengan demikian, informasi mengenai kondisi kesehatan Xi yang beredar tersebut masih berupa klaim dari Xie Wanjun dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

x|close