PM Carney Balas Ancaman Trump soal Rencana Kanada Gabung Uni Eropa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2026, 09:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney (kanan). Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney (kanan). (Antara)

Ntvnews.id, Ottawa - Perdana Menteri Kanada Mark Carney menanggapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan menjatuhkan tarif tinggi hingga mengambil tindakan terhadap Uni Eropa apabila Kanada bergabung dengan blok tersebut.

Berbicara di hadapan parlemen Uni Eropa di Prancis, Kamis, 17 September 2026, Carney menegaskan Kanada tidak bermaksud membentuk kekuatan baru yang menjadi pesaing bagi pihak lain.

"Saya tidak mengusulkan blok ketiga untuk menjadi saingan besar, hanya dengan tindakan lebih baik," kata Carney ke parlemen Uni Eropa di Prancis, dikutip dari CNN International, Jumat, 18 September 2026.

Carney menekankan bahwa tujuan Kanada bukanlah untuk membangun kekuatan demi mendominasi negara lain.

"Kami tak mencari kekuasaan untuk mendominasi orang lain."

Menurut Carney, Kanada justru ingin memperkuat ketahanan nasional agar tidak ada pihak yang dapat mengendalikan pasar terbuka, mengganggu kedaulatan, maupun mengancam integritas wilayah negaranya.

Baca Juga: Mark Carney Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Kanada yang Baru!

Ia juga menyebut kerja sama tersebut diperlukan untuk menjaga kebebasan, demokrasi, serta supremasi hukum Kanada.

Dalam pidatonya, Carney beberapa kali berbicara menggunakan bahasa Prancis. Ia juga menyoroti hubungan historis yang telah terjalin antara Kanada dan Uni Eropa.

Carney mengatakan hubungan yang lebih erat dibutuhkan untuk membangun ketahanan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan baru. Ia menyebut perubahan iklim, pemanfaatan perdagangan sebagai alat tekanan, serta melemahnya norma-norma demokrasi sebagai sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

"Eropa dan Kanada lebih kuat jika bersatu. Aliansi Kanada-UE akan menjadi mercusuar bagi negara-negara demokrasi lainnya," ungkap Carney.

Carney juga menyambut pernyataan Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen yang sebelumnya menyatakan kesiapan menjadikan Kanada sebagai "anggota asosiasi" Uni Eropa.

Ia kemudian memaparkan sejumlah sektor yang dinilai dapat menjadi fokus kerja sama Kanada dan Uni Eropa. Di antaranya adalah mineral penting dan keamanan energi.

Carney juga kembali menegaskan kapasitas Kanada dalam memasok gas alam cair serta hidrogen untuk kebutuhan Eropa.

Selain energi, sektor pertahanan dan pengembangan kecerdasan buatan turut disebut sebagai bidang yang berpotensi memperkuat hubungan kedua pihak.

"Kita harus bekerja memperdalam hubungan antar masyarakat, memungkinkan generasi muda kita untuk tinggal, bekerja, dan belajar di mana pun mereka inginkan di kedua sisi," tambahnya.

Carney turut meminta agar Kanada dapat ikut serta dalam program Erasmus+ dan Horizon milik Uni Eropa. Kedua program tersebut menyediakan pendanaan untuk sektor pendidikan dan penelitian ilmiah.

Pernyataan Carney disampaikan setelah Trump mengeluarkan ancaman terkait kemungkinan Kanada bergabung dengan Uni Eropa. Trump menyatakan AS dapat mengenakan tarif baru terhadap Uni Eropa apabila hal tersebut benar-benar terjadi.

"Jika niatnya baik, tidak apa-apa. Jika niatnya buruk, kami akan mengenakan tarif yang sangat tinggi," kata Trump.

Trump sebelumnya menilai rencana Kanada untuk bergabung dengan Uni Eropa sebagai sesuatu yang konyol. Ia juga menyebut Kanada sebagai mitra dagang yang buruk bagi Amerika Serikat.

x|close