Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah China membantah laporan yang menyebut entitas asal negaranya memasok citra satelit kepada Iran. Informasi tersebut diduga berkaitan dengan posisi pangkalan militer yang menjadi lokasi penempatan pasukan Amerika Serikat (AS) di Yordania.
Laporan Wall Street Journal sebelumnya mengungkap adanya citra satelit Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania yang disebut diberikan sebelum dan setelah serangan rudal Iran pada 17 Juli lalu. Serangan tersebut menewaskan tiga tentara AS.
Dalam laporan itu, pejabat AS yang tidak disebutkan identitasnya juga tidak menjelaskan entitas China mana yang diduga terlibat. Mereka pun tidak menyebut bahwa pemerintah Beijing secara langsung bertanggung jawab atas penyediaan informasi tersebut.
"Kami dengan tegas menentang kecurigaan dan tuduhan tak berdasar tanpa bukti," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dilansir dari AFP, Selasa, 15 September 2026.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya turut menanggapi laporan tersebut. Pernyataan itu muncul sekitar dua pekan sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS pada 24 September mendatang.
Baca Juga: Rapat DK PBB Memanas, Rusia-China Tolak Sanksi Iran Kembali Berlaku
"Anda tahu, ketika mereka mengatakan bahwa China memata-matai kita, saya katakan Anda benar, dan kita juga memata-matai mereka," kata Trump.
"Itulah yang kita lakukan. Pada dasarnya mereka melakukan apa yang kita lakukan," imbuhnya.
Pada 17 Juli, Iran melancarkan serangan rudal terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania yang menjadi tempat pasukan AS. Serangan tersebut mengakibatkan tiga prajurit Angkatan Darat AS tewas.
Setelah laporan mengenai dugaan transfer citra satelit tersebut muncul, pejabat pemerintah China meminta AS menunjukkan bukti terkait informasi tersebut. Beijing juga menolak mengakui adanya keterlibatan perusahaan China dalam penyediaan citra satelit kepada Iran.
Sebelumnya, Trump telah memperingatkan China agar tidak memasok senjata kepada Iran. Pada Mei lalu, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan satelit yang berbasis di China karena diduga membantu operasi militer Iran.
China sendiri merupakan salah satu mitra ekonomi penting bagi Iran. Beijing diketahui membeli sebagian besar produksi minyak Iran dan juga memiliki peran sebagai salah satu pendukung diplomatik utama Teheran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (16/1/2025). (ANTARA (Desca Lidya Natalia))