Trump Sebut Houthi Minta AS Tak Ikut Campur Konflik Yaman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 09:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut kelompok Houthi yang memiliki hubungan dengan Iran telah meminta Washington untuk tidak terlibat langsung dalam konflik yang tengah berlangsung di Yaman.

"Houthi menghubungi kami dan mereka tidak ingin bertempur melawan kami," ungkap Trump kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Dublin, Irlandia, seperti dilansir dari AFP, Senin, 14 September 2026.

"Mereka tidak ingin kami menyerang mereka," ucap Presiden AS itu.

Trump juga menyatakan optimistis situasi di kawasan tersebut akan tetap terkendali. Dia mengatakan "semuanya akan berjalan lancar dan baik-baik saja".

Pernyataan Trump disampaikan setelah dirinya dilaporkan menolak permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) agar AS melakukan serangan langsung terhadap kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.

Arab Saudi bersama pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah terlibat dalam aksi saling serang dengan Houthi selama beberapa bulan terakhir.

Situasi di kawasan tersebut semakin memanas setelah Houthi dilaporkan berhasil menguasai Selat Bab al-Mandeb pada pekan ini. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran penting di Laut Merah yang menghubungkan kawasan Eropa dengan Asia.

Sejumlah pejabat lokal Yaman menyebut pasukan Houthi telah menguasai seluruh kawasan pesisir Yaman di sepanjang Laut Merah. Penguasaan tersebut terjadi setelah Houthi merebut tiga pulau strategis dalam sebuah operasi cepat.

Baca Juga: Trump Janji Beri 5.000 Dolar AS kepada Warga Dewasa jika Republik Menang Pemilu Sela

Arab Saudi, yang merupakan salah satu eksportir minyak terbesar dunia, selama ini mengandalkan jalur pelayaran Laut Merah. Ketergantungan tersebut meningkat setelah Iran melakukan blokade terhadap Selat Hormuz yang berdampak terhadap jalur pengiriman minyak dari kawasan Teluk.

Dalam keterangannya, Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan MBS. Trump menyebut Putra Mahkota Saudi tersebut sebagai "teman", tetapi tidak menjelaskan secara rinci isi pembicaraan keduanya.

Sebelumnya, media Axios yang mengutip dua pejabat AS melaporkan MBS telah dua kali menelepon Trump pada Kamis, 10 September 2026 waktu setempat. Dalam percakapan tersebut, MBS disebut meminta Trump memerintahkan serangan terhadap Houthi.

Namun, Trump dilaporkan menolak permintaan tersebut.

Para pejabat AS yang dikutip Axios mengatakan pemerintahan Trump untuk sementara tidak memiliki rencana melakukan operasi militer secara langsung terhadap Houthi.

Arsip - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square, Sanaa <b>(Antara)</b> Arsip - Kelompok Houthi menggelar unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran saat mereka berkumpul di Al Sabeen Square, Sanaa (Antara)

Axios juga melaporkan Washington semakin mengkhawatirkan konflik yang berkembang cepat di Yaman. AS disebut meningkatkan dukungan kepada Arab Saudi yang ikut terseret dalam konflik, tetapi tetap berusaha menghindari keterlibatan militer langsung.

Laporan berbeda dari Al Arabiya yang mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebut Trump menjanjikan kepada MBS dukungan intelijen dan bantuan penentuan target yang signifikan untuk menghadapi Houthi.

Pembicaraan antara Trump dan MBS berlangsung ketika keterlibatan militer AS dengan Arab Saudi semakin meningkat. Hal ini terjadi setelah Houthi yang mendapat dukungan Iran mencatat kemajuan signifikan di sejumlah wilayah pesisir Yaman yang menghadap Laut Merah.

Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, juga telah tiba di Riyadh dalam beberapa jam terakhir. Dia diperkirakan bertemu dengan pejabat senior pemerintahan dan petinggi militer Arab Saudi untuk membahas koordinasi kedua negara dalam menghadapi perkembangan konflik di Yaman.

TERKINI

Trump Sebut Houthi Minta AS Tak Ikut Campur Konflik Yaman

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:35 WIB

Kereta Anjlok di Prancis, Diduga Sabotase

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:25 WIB

Houthi Serang Arab Saudi Sebabkan Masjid Rusak

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:15 WIB

Trump Ingin Irlandia dan Irlandia Utara Bersatu Kembali

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:05 WIB

Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Penerbangan UEA

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 08:45 WIB

BRICS Desak Negara Timur Tengah Tahan Diri dalam Konflik

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 08:25 WIB
Load More
x|close