Ntvnews.id, Amman - Sejumlah jet tempur Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami kerusakan setelah Iran menyerang Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Selasa malam, 8 September 2026.
Mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, CBS News melaporkan sekitar delapan jet tempur F-15 mengalami kerusakan ringan akibat serangan. Pesawat-pesawat tersebut kemudian dilaporkan telah kembali beroperasi.
“Satu pesawat A-10 Thunderbolt yang dikenal dengan julukan Warthog juga dilaporkan terkena serangan dan kehilangan salah satu sayapnya,” sebut laporan CBS News, dikutip dari Anadolu, Jumat, 11 September 2026.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dari pihak AS dalam serangan tersebut.
Baca Juga: AS Kerahkan Jet Tempur Siluman ke Timur Tengah
Serangan Iran terjadi setelah AS pada Selasa mengumumkan telah menyerang lima kapal tanker Iran. Langkah tersebut disebut sebagai aksi balasan atas serangan Iran terhadap kapal perang Angkatan Laut AS.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian mengklaim telah melancarkan serangan terhadap delapan kapal tanker, dua kapal perang, serta pangkalan militer AS yang berada di Yordania.
Dalam menghadapi serangan tersebut, pasukan AS yang berada di Yordania dilaporkan menembakkan lebih dari 30 rudal Patriot untuk mencegat ancaman dari Iran.
Serangan tersebut juga berlangsung ketika pejabat AS sebelumnya telah memperingatkan bahwa persediaan rudal Patriot semakin menipis. Selain itu, stok amunisi berpemandu presisi milik AS juga dilaporkan terus berkurang.
Ilustrasi jet tempur Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) (Antara)