Basarnas Belum Temukan Tanda Keberadaan 5 Jurnalis di Sekitar Pulau Sertung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 08:45
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (kiri) dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, pada Kamis, 10 September 2026, untuk update pencarian lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026 Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (kiri) dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, pada Kamis, 10 September 2026, untuk update pencarian lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Pandeglang - Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak ketika melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di sekitar Pulau Sertung. Informasi tersebut diperoleh dari pemantauan visual menggunakan teropong.

Menurut Amrad, pencarian di sejumlah pulau yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau telah dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama nelayan setempat. Namun, pencarian secara langsung di Pulau Sertung masih belum dapat dilaksanakan karena lokasi tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau dan masih dinyatakan rawan oleh PVMBG.

"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," paparnya.

Selain pencarian melalui pemantauan visual, Basarnas memperluas upaya pencarian dengan mengoperasikan drone di wilayah Pulau Sangiang. Penggunaan drone dilakukan dengan bantuan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal lantaran kawasan pencarian masih diselimuti asap tebal.

Baca Juga: Cari Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Basarnas Terjunkan 11 Kapal

"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ucap Amrad.

Dalam pelaksanaan operasi pencarian, Amrad mengatakan Basarnas terus menggunakan informasi terbaru dari BMKG dan PVMBG sebagai pertimbangan, khususnya mengenai kondisi cuaca dan situasi di wilayah pencarian.

"Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," tuturnya.

Baca Juga: Basarnas Optimalkan Kekuatan Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Lima pewarta foto yang masih dalam pencarian tersebut terdiri atas Pewarta Foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

Kelima pewarta foto tersebut terakhir diketahui melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.

(Sumber: Antara)

x|close