Helikopter Dikerahkan Lacak Keberadaan 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 15:43
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Basarnas Banten menerjunkan unit Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 sebagai mendukung pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di area perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang pada Kamis (10/9/2026) Basarnas Banten menerjunkan unit Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 sebagai mendukung pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di area perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang pada Kamis (10/9/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten mengoptimalkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dengan mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ bernomor registrasi HR-3604. Langkah ini diambil untuk mendukung pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di area perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Helikopter HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB. Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran – Pantai Carita – BPBD Banten – Helipad/JIExpo Kemayoran," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, Kamis (10/9).

Al Amrad menjelaskan bahwa helikopter tersebut mengangkut tujuh orang personel. Pengerahan alutsista udara ini menjadi bagian dari strategi penguatan pantauan visual, khususnya untuk menjangkau area operasi SAR yang membentang di sekitar Perairan Selat Sunda dan kawasan Gunung Anak Krakatau.

"Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," paparnya.
 

Selain dukungan udara dari helikopter, tim SAR gabungan menyiagakan unit drone di atas kapal guna memperluas jangkauan pemantauan visual. Kendati demikian, penerbangan drone dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan dinamika cuaca dan pergerakan angin laut di Selat Sunda.

"Drone itu tetap kami bekali di satu kapal, di satu kapal. Hari ini juga tetap kami siapkan, tapi melihat kondisi di lapangan, yang kadang-kadang arah angin berubah, itu tetap harus kita perhatikan," ucapnya.

Dalam rencana operasi ke depan, tim SAR gabungan akan memperluas sektor penyisiran hingga mendekati area perairan di tepi Gunung Anak Krakatau. Langkah perluasan ini tetap mengutamakan aspek keselamatan tim di lapangan mengingat kondisi aktivitas vulkanik serta cuaca perairan setempat yang masih berstatus siaga.

"Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama," kata Al Amrad.
 
 
(Sumber: Antara)
 

TERKINI

Load More
x|close