Warga Pesisir Ikut Bantu Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 12:37
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Sejumlah warga pesisir sekitar pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, turut membantu dalam pelaksanaan operasi pencarian korban insiden speed boat membawa rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda ketika meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Senin, 7 September 2026. Sejumlah warga pesisir sekitar pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, turut membantu dalam pelaksanaan operasi pencarian korban insiden speed boat membawa rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda ketika meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Senin, 7 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Pandeglang - Warga pesisir di sekitar Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, turut membantu pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Koordinator warga pesisir Irvan Kipong mengatakan keterlibatan masyarakat dalam operasi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap upaya kemanusiaan. Tim dari Ujung Kulon Adventure akan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan pada Kamis, 10 September 2026.

"Hari ini, Kamis, 10 September 2026 pukul 07.00 WIB, kami dari kru Ujung Kulon Adventure insya Allah akan menyisir perairan wilayah Panaitan, wilayah Selat Sunda," katanya.

Menurut Irvan, pencarian akan diarahkan ke beberapa titik penting di sekitar Pulau Panaitan yang berada di kawasan perairan Selat Sunda. Masyarakat pesisir mengerahkan kapal lokal untuk memperluas cakupan pencarian, terutama di wilayah laut yang memiliki kondisi medan cukup menantang.

Baca JugaTiga Kapal TNI AL Dikerahkan Cari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

"Yang terkait kemarin kejadian teman kita Abah Bonsai dan bersama kru dan para jurnalis. Semoga pencarian kita ini menyisir ke area Pulau Panaitan membuahkan hasil ada titik terang," ungkapnya.

Keterlibatan nelayan dan masyarakat setempat diharapkan dapat memperkuat operasi yang dilakukan bersama pihak berwenang. Pengetahuan warga mengenai karakteristik perairan Selat Sunda menjadi salah satu modal untuk membantu menentukan wilayah penyisiran.

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten melanjutkan operasi pencarian pada hari ketiga sejak pagi. Kondisi cuaca yang sempat lebih bersahabat memungkinkan tim kembali melakukan penyisiran di sejumlah wilayah.

Namun, berdasarkan pemantauan di lokasi, kondisi angin dan gelombang laut diperkirakan semakin kuat menjelang siang hingga sore. Ketinggian gelombang di wilayah perairan tersebut tercatat sekitar 1 hingga 2 meter.

Baca JugaTim SAR Sisir Selat Sunda Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal

"Berdasarkan pantauan di lapangan, angin dan gelombang laut terpantau semakin kencang menjelang siang dan sore hari. Adapun tinggi gelombang di perairan tersebut pada hari ini tercatat bervariasi antara 1 hingga 2 meter," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad.

Al Amrad menjelaskan bahwa area pencarian di sisi selatan telah tercakup hingga sekitar 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau.

Selain sisi selatan, Tim SAR gabungan juga memperluas penyisiran ke arah utara dengan tetap berfokus di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Penentuan wilayah pencarian dilakukan berdasarkan perhitungan arus laut, pergeseran gelombang, dan arah angin.

"Mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu," papar dia.

(Sumber: Antara)

x|close