Kasus Ebola di Kongo Capai 6.757 Kasus dengan 3.267 Kematian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 12:01
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Para sukarelawan muda melakukan disinfeksi terhadap jenazah korban virus Ebola sebelum dimakamkan. Arsip foto - Para sukarelawan muda melakukan disinfeksi terhadap jenazah korban virus Ebola sebelum dimakamkan. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Institut Nasional Kesehatan Masyarakat Republik Demokratik Kongo (INSP) melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di negara tersebut telah mencapai 6.757 kasus dengan total 3.267 kematian sejak wabah dimulai.

"Dalam 24 jam terakhir, tercatat 71 kasus baru dan 41 kematian, sehingga totalnya menjadi 6.757 kasus dan 3.267 kematian sejak awal wabah," lapor harian INSP pada Rabu, 9 September 2026.

Pada Rabu, 9 September 2026, Radio Okapi melaporkan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Afrika (CDC Afrika) memperoleh bantuan senilai 106 juta dolar AS atau sekitar Rp1,85 triliun dari Inggris.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat upaya penanganan wabah Ebola di RD Kongo dan wilayah sekitarnya, termasuk mendukung kegiatan operasional di RD Kongo serta Uganda guna mengendalikan penyebaran virus.

Baca JugaAngka Kematian Akibat Wabah Ebola di Kongo Tembus 3.000 Jiwa

Sampai saat ini, vaksin maupun terapi untuk varian baru Ebola Bundibugyo belum mendapatkan izin resmi. Meski demikian, hasil penelitian laboratorium menunjukkan vaksin Ebola Ervebo berpotensi memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut.

Baca JugaKasus Ebola di Kongo Capai 5.514, Sebanyak 2.642 Orang Meninggal

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengirimkan vaksin Ervebo ke RD Kongo. Pada 20 Agustus 2026, WHO melaporkan sebanyak 70 ribu dosis vaksin tersebut telah dikirim ke negara itu untuk perlindungan tenaga kesehatan sekaligus kebutuhan uji klinis.

(Sumber: Antara)

x|close