Ntvnews.id, Sarawak - Helikopter layanan medis atau 'flying doctor' mengalami kecelakaan di negara bagian Sarawak, Malaysia. Lima orang yang berada di dalam helikopter tersebut dipastikan meninggal dunia.
Para korban terdiri dari pilot dan empat staf Kementerian Kesehatan Malaysia. Proses pencarian dan evakuasi korban sempat menghadapi kendala akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Sarawak sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Dilansir dari Reuters, Kamis, 10 September 2026, Helikopter medis tersebut jatuh di sekitar lapangan terbang Long Lellang, Sarawak bagian utara, pada Selasa, 8 September 2026 waktu setempat.
Lapangan terbang Long Lellang merupakan fasilitas yang digunakan untuk pesawat yang melakukan lepas landas dan pendaratan di landasan dengan jarak pendek.
Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan informasi awal menunjukkan terdapat seorang pilot dan empat pegawai Kementerian Kesehatan di dalam helikopter yang mengalami kecelakaan.
Baca Juga: Prabowo Perkuat Mitigasi Karhutla, Siapkan Helikopter hingga Drone
Kelima korban yang meninggal dunia terdiri atas pilot, seorang petugas medis, seorang asisten petugas medis, serta dua perawat. Seluruh korban diketahui sedang menjalankan tugas resmi ketika insiden terjadi.
Layanan "flying doctor" selama ini digunakan untuk menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan maupun kawasan terpencil Malaysia. Layanan tersebut mencakup pemberian pelayanan kesehatan, transportasi darurat, hingga layanan klinis dengan menggunakan pesawat.
Operasi SAR Terkendala Kabut Asap
Komisioner Kepolisian Sarawak Mohamad Zainal Abdullah mengatakan pencarian korban pada Selasa, 8 September 2026, mengalami hambatan karena kabut asap. Kondisi tersebut membuat tim penyelamat tidak dapat memanfaatkan transportasi udara untuk menuju lokasi.
Mohamad Zainal menyebut lokasi kecelakaan berada di kawasan terpencil. Tim penyelamat diperkirakan membutuhkan waktu hingga 10 jam untuk mencapai lokasi menggunakan jalur darat.
Hingga kini, penyebab jatuhnya helikopter tersebut belum diketahui. Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) menyatakan Biro Investigasi Kecelakaan Udara di bawah Kementerian Perhubungan Malaysia tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden.
Sarawak yang berada di Pulau Borneo dalam beberapa waktu terakhir terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah Kalimantan. Berdasarkan data pemerintah Malaysia, sejumlah daerah di Sarawak mengalami kualitas udara pada kategori tidak sehat.
Pada pekan sebelumnya, pemerintah Malaysia sempat menetapkan status darurat di Distrik Serian, Sarawak, setelah tingkat polusi udara mencapai kategori berbahaya. Namun, status tersebut kemudian dicabut setelah kondisi kualitas udara membaik.
Ilustrasi-Helikopter water boombing milik BPBD Jatim melakukan pemadaman karhutla di kawasan TWA Kawah Ijen (Antara)