Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Jepang telah memberikan bantuan untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan berupa mengirimkan tiga helikopter dan 600 prajurit.
Seperti dilansir Japan Times, Minggu 30 Agustus 2026, hal tersebut diungkapkan langsung Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi bahwa ia telah mengirim helikopter angkut jenis CH-47.
Hal tersebut merupakan bantuan darurat internasional setelah pemerintah Indonesia meminta bantuan ke Jepang. tiga helikopter dan 600 personel bakal menggunakan kapal angkut Kurisaki.
Kebakaran hutan dan lahan menghanguskan lahan gambut di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Antara)
Shinjiro Koizumi mengatakan lebih lanjut bahwa pemerintah Jepang bakal menyerahkan segalanya untuk membantu memadamkan kebakaran hutan yang lebih luas.
Baca Juga: Pascakebakaran, Menbud Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Desa Adat Sade dan Instalasi Pemadam
Bantuan tersebut datang setelah pertemuan trilateral pada Rabu lalu, 26 Agustus 2026, yang dihadiri para Menteri Pertahanan tiga negara di antaranya Indonesia, Jepang dan Australia.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia telah menyampaikan permohonan bantuan. Namun baru Jepang yang memberikan respon untuk bantuan.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 menggunakan helikopter Basarnas di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026). ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa (Antara)