Mendagri Ajak 10 Provinsi Bersatu Perkuat Ekonomi Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 11:59
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Dalam Negri RI Tito Karnavian (kiri) didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kanan) mengikuti rapat koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam pertemuan tingkat Mentri, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Hotel JW Marriot Medan, Rabu (9/9/2026) Menteri Dalam Negri RI Tito Karnavian (kiri) didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kanan) mengikuti rapat koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam pertemuan tingkat Mentri, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Hotel JW Marriot Medan, Rabu (9/9/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Langkah strategis diambil sepuluh gubernur se-Sumatera untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pembangunan kawasan secara terintegrasi. Komitmen antardaerah ini berhembus kuat dalam Rapat Koordinasi Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 yang berlangsung di Medan, Rabu (9/9). Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara tegas menyatakan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap kolaborasi tersebut.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memimpin jalannya diskusi sebagai moderator, memfasilitasi pembahasan bertukar gagasan antarpemimpin daerah demi memajukan kawasan Sumatera. Rangkaian pembahasan itu kemudian diresmikan lewat penandatanganan kesepahaman mengenai rencana pembangunan, sinergi, serta kerja sama antardaerah oleh para gubernur.

Kerja sama antarprovinsi hingga tingkat kabupaten dan kota dinilai mendesak mengingat setiap daerah menyimpan keunggulan tersendiri yang dapat saling melengkapi. "Tadi kita mendengar masukan dari rekan-rekan gubernur, ide-ide, di antaranya bekerja sama antarprovinsi, kabupaten, kota, karena masing-masing memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa saling mengisi," kata Tito usai menghadiri rapat koordinasi di Medan, Rabu (9/9).
 

Kemendagri pun menyambut baik gagasan pembentukan ruang pembangunan terpadu di wilayah pulau perca tersebut. Menurut Mendagri, gagasan membangun konsep kawasan khusus atau region Sumatera tidak menjadi masalah dan dapat diselaraskan ke dalam skema besar konektivitas nasional. Sektor-sektor krusial seperti ketahanan pangan dan kemandirian energi menjadi sebagian dari fokus utama penguatan ekonomi yang ditargetkan.

"Ini menurut pemikiran dari pemerintah pusat, tentu pemerintah pusat mendukung konsep-konsep yang positif, yang bersifat saling mendukung satu sama lain dalam kerangka NKRI," katanya.

Dukungan pusat ini dilandasi oleh besarnya potensi geopolitik dan ekonomi Sumatera. Memiliki bentang wilayah seluas 473.481 kilometer persegi, pulau ini menampung sekitar 22 persen dari total populasi Indonesia. Keberadaannya makin krusial karena dihimpit dua jalur perairan vital dunia, yakni Samudra Hindia dan Selat Malaka.

Keunggulan geografis tersebut makin lengkap dengan keberadaan gugusan kepulauan di sisi barat Sumatera. Potensi ini dinilai sangat ideal untuk dikembangkan menjadi pelabuhan hub internasional yang menghubungkan Indonesia secara langsung dengan jaringan perdagangan di Asia, Eropa, hingga Afrika.
 

"Kalau bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan, Sumatera ini di samping bermanfaat bagi Sumatera sendiri, juga akan mendorong pertumbuhan daerah dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," kata Tito.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close