Israel Balas Sanksi Inggris, Perintahkan Konsulat di Yerusalem Ditutup

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 09:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London, Inggris. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London, Inggris. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Israel memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem sebagai respons atas keputusan London menjatuhkan sanksi terhadap Tel Aviv. Inggris sebelumnya melarang impor barang yang berasal dari wilayah pendudukan Israel di Palestina, sebuah kebijakan yang kemudian diikuti belasan negara lain, sementara Amerika Serikat memilih tidak ikut serta.

Dilansir dari AFP, Kamis 10 September 2026, selain menutup konsulat, Israel menyatakan akan mengeluarkan perwakilan Inggris untuk Israel dari sebuah pusat yang bertugas memantau rencana gencatan senjata di Jalur Gaza yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Tel Aviv juga mengambil sejumlah tindakan lain terhadap Inggris. Di antaranya melarang Inggris memberikan pelatihan kepada pasukan Otoritas Palestina serta melarang 12 warga negara Inggris, yang mayoritas merupakan anggota parlemen, memasuki wilayah Israel.

Kebijakan tersebut dikeluarkan setelah 12 negara, dengan Inggris, Kanada, dan Prancis sebagai pihak yang lebih dahulu mengumumkannya, menyatakan akan memberikan sanksi terhadap perdagangan dengan permukiman Israel di Tepi Barat.

Sanksi itu diberlakukan di tengah meningkatnya serangan yang dilakukan para pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengecam keras keputusan Inggris tersebut.

Baca Juga: Inggris Kecam Putra Netanyahu usai Komentari Sengketa Pulau dengan Argentina

"Tuduhan yang disampaikan menteri luar negeri Inggris hari ini di parlemen Inggris merupakan kebohongan yang keterlaluan," kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.

Saar juga menilai keputusan Inggris merupakan bentuk campur tangan terhadap urusan domestik Israel, terutama menjelang pemilihan umum.

"Langkah Inggris ini secara moral menyimpang dan merupakan bentuk campur tangan terang-terangan dalam urusan negara berdaulat serta proses pemilihannya," ujarnya merujuk pada pemilu Israel yang akan berlangsung pada 27 Oktober.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diketahui menjadikan perluasan permukiman di Tepi Barat sebagai salah satu agenda penting dalam upayanya memenangkan kembali pemilu dan mempertahankan kekuasaan untuk periode berikutnya.

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Timur

Bendera Israel/ist Bendera Israel/ist

Saar mengatakan Israel akan menutup konsulat Inggris yang berada di Yerusalem timur. Wilayah tersebut secara historis merupakan bagian dari kawasan Palestina dan diduduki Israel sejak Perang Enam Hari pada 1967.

Israel kemudian mencaplok Yerusalem timur dan menyatakan kota tersebut sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi.

"Yerusalem yang bersatu adalah ibu kota Israel dan berada di bawah kedaulatan penuh Israel," kata Saar seperti dikutip AFP.

"Setiap aktivitas asing di wilayah tersebut harus dilakukan melalui jalur yang telah diterima dan disepakati, tanpa melanggar kedaulatan Israel."

Meski Israel menguasai Yerusalem timur, mayoritas negara di dunia, termasuk Inggris, tidak mengakui klaim kedaulatan Israel atas seluruh wilayah kota tersebut.

Amerika Serikat menjadi pengecualian. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Washington memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara itu, Inggris bersama sebagian besar negara yang mengakui Israel masih menempatkan kedutaan mereka di Tel Aviv.

x|close