Pemprov Banten Minta Area Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Diperluas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 17:24
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Speed boat SAR gabungan dari Basarnas dan TNI AL mendarat di Pantai Marina Carita, Banten, pada Kamis (10/9/2026) pukul 14.01 WIB setelah mencari delapan orang, termasuk lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dan dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Speed boat SAR gabungan dari Basarnas dan TNI AL mendarat di Pantai Marina Carita, Banten, pada Kamis (10/9/2026) pukul 14.01 WIB setelah mencari delapan orang, termasuk lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dan dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama warga lokal terus mengupayakan perluasan area pencarian rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto ANTARA Biro Banten, yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Saat meninjau Pos SAR di Pantai Marina Carita, Banten, Kamis (10/9), Gubernur Banten Andra Soni mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meneruskan aspirasi pihak keluarga korban yang meminta agar cakupan penyisiran diperluas hingga ke Pulau Sertung, Selat Sunda.

"Kami telah sampaikan semalam, perlu diketahui bahwa pulau yang dimaksud itu masuk ke dalam radius 3 kilometer yang direkomendasikan atau dilarang untuk masuk ke kawasan itu, tetapi semua kita telah sampaikan kepada Basarnas, secara teknis semuanya dikendalikan oleh Basarnas," katanya.

Soni menekankan pentingnya menjaga aspek keselamatan para personel di lapangan dalam proses penyisiran area berbahaya tersebut. "Setelah kita sampaikan, tentu Basarnas mempertimbangkan semua kemungkinan tanpa melupakan tentang prosedur yang harus ditanggung. Kita percayakan kepada Basarnas," ucap Andra.
 

Ia menegaskan, Pemprov Banten beserta Basarnas dan lintas instansi terkait menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa delapan penumpang kapal cepat (speed boat) tersebut.

"Kami berharap kawan-kawan, sahabat-sahabat kita yang menjalankan tugas jurnalismenya ditemukan dalam keadaan selamat. Sekali lagi, saya meminta seluruh masyarakat Indonesia agar bersama-sama berdoa untuk sahabat-sahabat kita, kawan-kawan kita, teman-teman jurnalis, juga awak kapal, agar selamat," paparnya.

Rombongan yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri dari lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Tiga orang lainnya merupakan awak dan pemandu kapal, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu). Seluruhnya dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9).

Guna mengoptimalkan pemantauan dari udara, Basarnas mengerahkan satu unit helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604. SAR Mission Coordinator (SMC) yang juga Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa armada udara tersebut difokuskan untuk mengamati perairan Selat Sunda dan perimeter Gunung Anak Krakatau.
 

"Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau," kata Amrad.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close