Trump Prediksi Perang AS-Iran Berakhir Usai Pemilu Paruh Waktu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 16:44
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi konflik antara negaranya dan Iran akan berakhir segera setelah pemilihan paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Trump menilai Iran tengah berupaya memanfaatkan pemilu tersebut untuk memengaruhi hasil pemungutan suara. Namun, ia meyakini Teheran tidak akan mampu bertahan lebih lama akibat tekanan ekonomi yang terus diberikan Amerika Serikat.

"Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat ingin mencoba memengaruhi pemilihan," kata Trump kepada wartawan sebelum bertolak menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik di Dallas, dikutip dari Arab News, Kamis, 10 September 2026.

Baca Juga: Nepal Butuh Dana Pemulihan Rp83,6 Triliun

Selain memprediksi berakhirnya perang, Trump juga memperkirakan harga minyak akan mengalami penurunan setelah pemilu paruh waktu digelar. Ia mengakui peluang negosiasi diplomatik dengan Iran tetap terbuka, meski menurutnya hal tersebut bukan opsi yang tengah diprioritaskan Washington.

"Ya, negosiasi mungkin saja terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang sedang kami pertimbangkan," kata Trump.

Konflik antara AS dan Iran sendiri telah memasuki bulan ketujuh. Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda perang tersebut akan segera berakhir.

Pada Rabu, Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap 10 kapal di sekitar Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan setelah AS sebelumnya menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.

Situasi pertempuran yang kembali meningkat turut berdampak terhadap pasar energi global. Harga minyak mentah Brent berjangka bahkan menembus level US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.

Di sisi lain, tingkat kepuasan terhadap Trump di dalam negeri AS dilaporkan mengalami penurunan tajam. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekecewaan pemilih terhadap perang dengan Iran serta persoalan biaya hidup yang semakin membebani masyarakat.

Pemilu paruh waktu AS akan digelar pada 3 November 2026. Pemilihan tersebut umumnya menjadi momentum bagi pemilih untuk memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahan yang sedang berkuasa di Gedung Putih.

x|close