Rusia Ancam Arahkan Senjata Nuklir ke Lithuania Jika Tampung Senjata NATO

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kremlin di Moskow, Rusia. Ilustrasi - Kremlin di Moskow, Rusia. (Antara)

Ntvnews.id, Moskwo - Rusia memperingatkan Lithuania akan menjadi sasaran senjata nuklir Moskwa apabila negara Baltik tersebut menempatkan senjata nuklir milik negara-negara sekutunya di NATO di wilayahnya.

Dilansir dari AFP, Senin, 14 September 2026, peringatan itu disampaikan Rusia setelah pemerintah Lithuania berupaya menghapus ketentuan konstitusi yang melarang penyimpanan senjata nuklir di dalam negeri.

Langkah tersebut dilakukan Lithuania sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan nasional di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

Rencana pencabutan larangan tersebut kini tengah dibahas di parlemen Lithuania. Untuk dapat disahkan, usulan itu membutuhkan dukungan sedikitnya dua pertiga anggota parlemen.

Jika mendapat persetujuan, perubahan tersebut diperkirakan dapat mulai diberlakukan pada musim dingin mendatang. Rencana itu juga telah memperoleh dukungan dari Presiden Lithuania serta sejumlah partai politik utama di negara tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi rencana tersebut dengan peringatan keras. Saat ditanya mengenai kemungkinan Lithuania mengizinkan penyimpanan senjata nuklir, Peskov menyebutnya sebagai perkembangan yang sangat serius dalam hal eskalasi ketegangan.

Baca Juga: Menlu Sugiono: Prabowo–Putin Bahas Penguatan Energi dan Ekonomi di Kremlin

Peskov kemudian menegaskan Rusia dapat menjadikan Lithuania sebagai sasaran nuklir apabila negara tersebut menampung senjata nuklir milik negara-negara sekutu NATO.

"Jika terdapat senjata nuklir di wilayah tersebut yang diarahkan kepada kami, maka wilayah negara itu pun akan menjadi sasaran senjata nuklir kami sendiri," tegas Peskov dalam pernyataan pada Jumat, 11 September 2026 waktu setempat.

Rencana perubahan kebijakan tersebut sebelumnya telah diumumkan Presiden Lithuania Gitanas Nauseda pada Juli 2026.

Saat itu, Nauseda menyatakan Lithuania ingin mengambil peran lebih besar dalam sistem pertahanan nuklir NATO dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pencegahan nuklir ini.

Ancaman terbaru dari Kremlin menunjukkan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara Baltik, khususnya terkait kemungkinan penempatan senjata strategis NATO di wilayah yang berbatasan langsung dengan Rusia.

x|close