Ntvnews.id, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan ambisinya untuk mengembangkan Angkatan Laut Korea Utara menjadi kekuatan militer yang memiliki persenjataan nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Kim saat menghadiri upacara peresmian kapal perang Kang Kon di Pelabuhan Wonsan pada Minggu, 6 September 2026. Kantor berita resmi Korea Utara, Korea Central News Agency (KCNA), melaporkan pernyataan tersebut.
"Kita harus memastikan bahwa pengoperasian sistem tempur nuklir yang beragam dan efektif dilakukan untuk perang sesungguhnya melalui pengembangan angkatan laut kita menjadi kekuatan bersenjata nuklir," kata Kim dalam laporan tersebut yang dikutip dari AFP, Selasa, 8 September 2026.
Kim juga menekankan kemampuan kapal perang generasi baru untuk menjalankan fungsi serangan balasan apabila mendapat perintah.
"Begitu diperintahkan kapan saja, kapal perusak generasi baru itu seharusnya memberikan pukulan balasan yang mematikan kepada musuh karena merupakan kekuatan yang terlibat dalam sistem penanggulangan nuklir negara," imbuh dia.
KCNA turut menerbitkan sejumlah foto dari kegiatan tersebut. Salah satu foto memperlihatkan Kim sedang mengamati sesuatu bersama putrinya, Kim Ju Ae.
Baca Juga: Korea Utara Copot Menteri Pertahanan, Ada Apa?
Dalam kesempatan itu, Kim tampil mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih. Sementara Ju Ae terlihat mengenakan pakaian serba putih. Foto lainnya menunjukkan keduanya melambaikan tangan ke arah kapal perang yang berada di hadapan mereka.
Pernyataan mengenai pengembangan Angkatan Laut menjadi kekuatan bersenjata nuklir dinilai para pakar berkaitan dengan rencana pengoperasian kapal yang dapat digunakan sebagai platform peluncuran rudal jelajah berkemampuan nuklir.
Profesor Universitas Kyungnam, Lim Eul Chul, menilai pernyataan Kim juga mengindikasikan kemungkinan peluncuran aset strategis utama lainnya. Salah satunya adalah kapal selam baru yang diproyeksikan mampu membawa rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau SLBM.
Pengerahan kapal Kang Kon ke Laut Timur juga dipandang sebagai bagian dari upaya Pyongyang memastikan latihan maritim gabungan serta pengerahan aset nuklir musuh tetap berada dalam kondisi "langsung dan dalam jangkauan."
Peresmian kapal perang tersebut berlangsung ketika Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan mengadakan latihan militer bersama bertajuk Freedom Edge di sekitar Pulau Jeju pada pekan ini.
Kim selama ini memandang latihan militer yang melibatkan ketiga negara tersebut sebagai persiapan untuk melakukan invasi terhadap Korea Utara. Karena itu, Pyongyang kerap merespons latihan militer semacam ini dengan langkah taktis maupun tindakan militer, termasuk melakukan uji coba rudal.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea (Antara)