Korea Utara Copot Menteri Pertahanan, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. /ANTARA/Anadolu/py. Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Korea Utara melakukan pergantian menteri pertahanan sebagai bagian dari restrukturisasi kepemimpinan militer. Langkah tersebut disebut bertujuan mempercepat modernisasi angkatan bersenjata sekaligus meningkatkan kedisiplinan di lingkungan militer.

Dilansir dari Yonhap, Senin, 31 Agustus 2026, Kim Song-gi, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea, ditunjuk menjadi menteri pertahanan baru Korea Utara. Ia menggantikan No Kwang-chol.

No Kwang-chol dicopot dari jabatan menteri pertahanan sekaligus posisi dalam kepemimpinan pusat Partai Buruh Korea (WPK). Setelah itu, ia dipercaya menduduki posisi wakil direktur pertama Departemen Industri Amunisi WPK.

Perubahan tersebut diputuskan dalam pertemuan kedua Komisi Militer Pusat WPK ke-9 yang berlangsung sehari sebelumnya. Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Dalam rangkaian perombakan tersebut, pejabat militer senior Pak Jong-chon kembali memperoleh posisi penting. Ia ditunjuk sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea setelah kembali terpilih menjadi anggota Komite Pusat dan Politbiro partai.

Pak sebelumnya meninggalkan jajaran terdepan kepemimpinan militer Korea Utara. Pada Februari, ia mengundurkan diri dari posisi anggota Politbiro dan sekretaris partai serta dicopot dari jabatan wakil ketua Komisi Militer Pusat.

Pencopotan tersebut saat itu memunculkan dugaan bahwa Pak mundur dari posisi strategis karena faktor usia. Kini, ia kembali menempati salah satu posisi penting dalam struktur militer Korea Utara.

Baca Juga: Kim Jong Un Kirim Surat ke Putin, Apa Isinya?

Jabatan wakil ketua Komisi Militer Pusat merupakan posisi strategis yang berperan dalam mengawasi kebijakan pertahanan dan militer Korea Utara. Komisi tersebut dipimpin langsung oleh Kim Jong-un.

Dalam pernyataannya, KCNA menyebut pertemuan itu "membahas serangkaian rencana reorganisasi struktural untuk peningkatan dan pengembangan urusan pertahanan secara keseluruhan di masa depan,".

KCNA juga menyatakan para pejabat militer yang baru ditunjuk akan "dengan teguh mempersenjatai diri dengan gagasan partai untuk membangun tentara yang kuat" serta menjalankan kebijakan militer partai dengan "pengabdian tanpa batas dan aktivitas yang luar biasa tinggi,".

Dalam laporan lain, KCNA menyebut Kim Jong-un juga menggelar pertemuan dengan para ilmuwan, peneliti, dan pejabat dari sejumlah lembaga penelitian pertahanan utama.

Pertemuan tersebut berkaitan dengan perkembangan teknologi persenjataan. Kim memberikan penghargaan negara kepada para pihak yang dinilai berkontribusi terhadap pengembangan sistem senjata tempur baru sekaligus peningkatan kemampuan sistem tersebut.

Kim menyebut mereka sebagai "para patriot dan pahlawan terbesar,". Ia juga memuji "pencapaian teknologi dan ilmu pengetahuan militer inovatif eksklusif baru-baru ini ... sebagai revolusi besar yang membuka prospek pasti untuk secara radikal meningkatkan modernitas sistem senjata tempur tentara kita."

Perombakan kepemimpinan militer dan penghargaan terhadap para pengembang teknologi pertahanan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah Kim Jong-un terhadap modernisasi serta penguatan kemampuan militer Korea Utara.

HIGHLIGHT

x|close