Ditanya soal Kim Jong Un, Trump Bentak Wartawan: Diam! Diam!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump naik pitam ketika ditanya wartawan mengenai Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Trump bahkan meminta wartawan tersebut berhenti berbicara dan membungkamnya berulang kali.

Dilansir dari Reuters, Rabu, 19 Agustus 2026, kejadian tersebut berlangsung di Gedung Putih pada Senin, 17 Agustus 2026 waktu setempat. Momen itu terjadi setelah Trump memerintahkan Pentagon untuk "mengurangi secara signifikan" latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan (Korsel) yang dijadwalkan berlangsung mulai 17 Agustus.

Trump beralasan latihan militer tahunan tersebut membutuhkan biaya yang "besar". Ia juga menyinggung keputusan Seoul yang tidak bersedia ikut dalam operasi militer AS terhadap Iran.

Dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih, seorang wartawan menanyakan apakah keputusan Trump mengurangi latihan gabungan AS-Korsel dilakukan atas permintaan Kim Jong Un.

"Apakah dia (Kim Jong Un-red) secara khusus meminta Anda untuk menguranginya?" tanya wartawan tersebut, merujuk pada latihan militer kedua negara.

Trump tidak langsung menjawab. Ia justru menunjuk ke arah wartawan itu dan berkata: "Diam! Diam! Diam! Diam!"

"Anda sangat tidak sopan di hadapan anak muda ini," ujar Trump sambil mengarahkan pandangannya kepada seorang bocah yang duduk di sofa dalam acara pertemuan santai di Ruang Oval Gedung Putih.

Trump kemudian bertanya kepada bocah tersebut, "Menurutmu, apakah dia tidak sopan?" sembari tertawa kecil.

"Diam. Anda dari media mana?" tanya Trump kepada wartawan tersebut.

Baca Juga: Presiden Erdogan Minta Trump Buka Kembali Negosiasi dengan Iran

"Saya dari CNN," jawab wartawan itu. Variety melaporkan wartawan yang dimaksud merupakan koresponden senior CNN di Gedung Putih, Kristen Holmes.

"Berita palsu," sahut Trump.

Wartawan CNN tersebut kemudian berusaha menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin melanjutkan pertanyaan mengenai Korea Selatan.

"Saya hanya ingin menindaklanjuti pertanyaan soal Korea Selatan tadi," katanya.

Namun, Trump kembali menyerang wartawan tersebut.

"Anda itu berita palsu. Anda orang yang berisik. Anda orang yang berisik dan gaduh. Anda itu berita palsu," ujar Trump di hadapan wartawan lain yang berada di Gedung Putih.

Meski mendapat teguran keras, wartawan CNN itu tetap melanjutkan pertanyaannya mengenai Kim Jong Un.

"Saya hanya ingin tahu apakah Anda telah berbicara dengan Kim Jong Un dan apakah dia meminta Anda..." ujarnya.

Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. <b>(Antara)</b> Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)

Trump langsung memotong pertanyaan tersebut.

"Diam, diam, diam. Anda itu reporter palsu dan Anda memberitakan berita palsu," kata Trump.

Wartawan CNN itu kembali mengajukan pertanyaan yang sama.

"Saya hanya ingin tahu apakah Anda sudah berbicara dengan Kim Jong Un, apakah dia meminta Anda untuk mengurangi latihan militer tersebut?"

Trump tidak memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu, 16 Agustus 2026, Trump telah memerintahkan Pentagon untuk "mengurangi secara signifikan" latihan militer gabungan AS dan Korsel yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 27 Agustus.

Beberapa jam sebelum latihan dimulai, Trump menyampaikan melalui media sosial Truth Social bahwa dirinya "tidak senang" AS menyetujui pelaksanaan latihan tersebut. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyoroti "hubungan yang sangat baik" antara dirinya dan Kim Jong Un.

HIGHLIGHT

x|close