Iran Siapkan Hadiah Rp534 Juta bagi Siapa Pun yang Tangkap Tentara AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 09:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi tentara Amerika Serikat. Ilustrasi tentara Amerika Serikat. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran menyiapkan hadiah uang bagi siapa saja yang berhasil menangkap atau membunuh tentara Amerika Serikat (AS). Nilai imbalan yang ditawarkan mencapai US$30.000 atau sekitar Rp534 juta.

Dilansir dari IRNA, Selasa, 18 Agustus 2026, perang antara Iran dan Amerika Serikat disebut bermula pada 28 Februari 2026, ketika AS bersama Israel lebih dulu melancarkan serangan terhadap Iran.

Lebih dari sebulan setelah konflik berlangsung, Amerika Serikat menjalankan operasi penyelamatan besar untuk mengevakuasi petugas sistem persenjataan jet tempur F-15. Operasi tersebut melibatkan sekitar 200 personel militer AS dan lebih dari 170 pesawat yang dikerahkan untuk mencari pilot tersebut.

Dalam operasi penyelamatan itu, pasukan Iran dilaporkan merusak pesawat serang darat A-10 yang jatuh di wilayah negara sekutu. Amerika Serikat juga disebut meninggalkan dan menghancurkan sejumlah pesawat yang digunakan dalam operasi, termasuk pesawat angkut C-130.

Beberapa hari sebelum operasi besar tersebut, pilot F-15 telah berhasil diselamatkan oleh awak helikopter melalui operasi yang lebih kecil.

Baca Juga: Komandan AD Iran: AS Tak Berhak Memasuk Teluk Persia

Konflik Iran-AS kemudian memasuki masa jeda setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada April, setelah hampir 40 hari pertempuran. Selanjutnya, kerangka perundingan perdamaian dibentuk pada Juni, tetapi proses tersebut akhirnya tidak membuahkan hasil.

Sejak saat itu, Iran dan Amerika Serikat masih terlibat dalam serangkaian serangan sporadis. Bentrokan terutama terjadi di wilayah Iran bagian selatan dan kawasan sekitar Selat Hormuz.

Militer Iran kini mengumumkan hadiah senilai US$30.000 bagi siapa pun yang berhasil menangkap atau membunuh personel militer Amerika Serikat. Nilai hadiah tersebut bahkan akan menjadi dua kali lipat apabila aksi tersebut dilakukan oleh perempuan.

Kepala Angkatan Darat Iran Amir Hatami mengatakan rencana pemberian imbalan itu dibuat setelah muncul "sejumlah besar permintaan" dari pihak yang ingin berpartisipasi, menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Selama konflik berlangsung, tidak diketahui adanya pengerahan pasukan darat AS di wilayah Iran. Pengecualian terjadi pada April ketika pasukan AS menjalankan misi penyelamatan terhadap seorang pilot Amerika yang pesawatnya jatuh.

Hatami tidak menjelaskan secara rinci lokasi maupun waktu yang menjadi sasaran rencana penangkapan atau pembunuhan personel militer AS.

"Siapa pun yang membunuh atau menangkap dan menyerahkan personel militer Amerika yang menyerang akan menerima hadiah setara dengan $30.000 atau 5 miliar toman dari Angkatan Darat Republik Islam Iran," kata Hatami, menggunakan satuan informal yang setara dengan 10.000 rial Iran.

"Para perempuan Iran yang berani melakukan tindakan seperti itu akan menerima hadiah dua kali lipat," tambahnya, dilansir AFP dan Al Arabiya.

Hatami juga kembali menyerukan agar Amerika Serikat meninggalkan kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa keberadaan AS di sejumlah wilayah perairan strategis tidak lagi mendapat izin dari Iran.

"mereka tidak lagi memiliki izin untuk memasuki Teluk [Arab], Teluk Oman, atau Selat Hormuz." pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close