Kim Jong Un Kirim Surat ke Putin, Apa Isinya?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Agu 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa.) Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengungkapkan kebanggaannya atas hubungan erat antara Pyongyang dan Moskow. Pernyataan itu disampaikan Kim melalui surat yang dikirim kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya selalu bangga dapat mengharapkan masa depan hubungan bilateral yang lebih unggul dengan memimpin, bersama Anda, hubungan DPRK-Rusia yang telah meneruskan sejarah perjuangan bersama," kata Kim dalam suratnya, berdasarkan siaran berbahasa Inggris kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), seperti dikutip dari AFP, Senin, 17 Agustus 2026.

DPRK merupakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, yakni Republik Rakyat Demokratik Korea.

Dalam surat tersebut, Kim juga menyatakan "keyakinan teguh" bahwa Rusia akan terus mengalami perkembangan sekaligus mempertahankan "keutuhan wilayah" di bawah "kepemimpinan bijak" Putin.

Baca Juga: Vladimir Putin Tawarkan Jadi Mediator di Perang AS-Israel dan Iran

Korea Utara diketahui semakin dekat dengan Rusia sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Pyongyang kemudian menjadi salah satu sekutu penting Kremlin dalam menghadapi perang tersebut.

Korea Utara disebut telah mengirimkan pasukan untuk membantu Rusia dalam perang di Ukraina. Sebagai imbalannya, Pyongyang diduga memperoleh keuntungan berupa dukungan ekonomi serta teknologi militer dari Moskow.

Surat Kim kepada Putin disampaikan setelah Ukraina pada bulan ini menuduh Rusia menggunakan rudal balistik buatan Korea Utara dalam sebuah serangan yang menewaskan sedikitnya sembilan orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.

Kyiv juga belum lama ini mengklaim sebanyak 50 ribu tentara Korea Utara akan dikirim ke Rusia. Namun, pemerintah Ukraina tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaim tersebut maupun menjelaskan kapan pengerahan pasukan itu akan dilakukan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kemudian meminta Korea Selatan membantu memasok sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan rudal Rusia. Hingga kini, permintaan tersebut belum mendapatkan tanggapan dari Seoul.

Sebelumnya, Putin telah mengirimkan surat kepada Kim pada Jumat (14/8). Surat tersebut disampaikan dalam rangka memperingati hari pembebasan Korea dari penjajahan Jepang pada penghujung Perang Dunia II.

Putin menyebut hubungan Rusia dan Korea Utara kini telah berkembang secara signifikan.

Dalam surat tersebut, Putin menyatakan hubungan kedua negara telah mencapai "tingkat kemitraan strategis komprehensif yang belum pernah ada sebelumnya".

"Negara-negara kita aktif bekerja sama di semua sektor sembari melakukan upaya bersama untuk memastikan keamanan dan stabilitas kawasan," ujar Putin.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close