Ntvnews.id, Pyongyang - Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melontarkan peringatan keras kepada Jepang setelah negara tersebut melakukan uji coba rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat. Ia menyatakan Pyongyang dapat mempertimbangkan langkah militer tambahan sebagai respons.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim Yo Jong menyebut Jepang sebagai negara yang memiliki sejarah sebagai pelaku kejahatan perang.
"Sekarang jelas bahwa langkah tersebut [uji coba Tomahawk] pada akhirnya adalah taktik terselubung untuk menutupi ambisinya menjadi raksasa militer," kata Yo Jong, seperti dikutip dari Mainichi, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia juga menuding Jepang telah melampaui batas kemampuan pertahanan yang seharusnya dimiliki negara tersebut.
Sejak kekalahannya dalam Perang Dunia II, Jepang berkomitmen melalui konstitusinya untuk tidak menggunakan ancaman maupun kekuatan militer sebagai cara menyelesaikan sengketa internasional.
Karena itu, Jepang tidak memiliki angkatan bersenjata resmi, melainkan organisasi pertahanan yang dikenal sebagai Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Force (JSDF).
Meski demikian, strategi keamanan nasional yang diadopsi Jepang pada 2022 memberikan ruang bagi negara tersebut untuk memiliki kemampuan menyerang pangkalan musuh sebagai bentuk pertahanan diri yang tetap berada dalam kerangka konstitusi antiperang.
Baca Juga: AS Tutup 5 Misi Diplomatik di Luar Negeri, Indonesia dan Jepang Masuk Daftar
"Masyarakat internasional harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ambisi militer yang gegabah dari keturunan negara penjahat perang yang ingin mewujudkan mimpi lama [ekspasionisme] Jepang," imbuh Yo Jong.
Menurutnya, kecaman dan peringatan dari komunitas internasional saja tidak akan cukup untuk menghentikan ambisi Jepang memperluas kekuatan militernya.
"Kita harus membuat mereka menyesal," ujar dia.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Jepang sukses melaksanakan uji coba perdana rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari salah satu kapal perusaknya pada pekan lalu.
Kementerian Pertahanan Jepang dalam keterangan resminya menyatakan uji coba itu berjalan sesuai rencana.
"Rudal bisa diluncurkan dengan sukses dalam kondisi operasional, termasuk verifikasi kemampuan awak dalam melakukan peluncuran," demikian pernyataan kementerian tersebut, dikutip Japan Times.
Arsip foto - Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, saat menghadiri upacara peletakan karangan bunga di Mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi, Vietnam, 2 Maret 2019. ANTARA/Reuters/Jorge Silva/as. (Antara)