Ntvnews.id, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia berencana menambah sekitar 30.000 tentara Korea Utara (Korut) untuk memperkuat operasi militernya dalam perang melawan Ukraina.
"Kami juga melihat adanya kerja sama antara Rusia dan Korea Utara. Rusia ingin mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara lagi," kata Zelensky dilansir dari Reuters, Senin, 27 Juli 2026.
Sebelumnya, berdasarkan perjanjian pertahanan bersama antara Moskow dan Pyongyang, Korea Utara telah mengirim sekitar 14.000 personel militer ke wilayah Kursk, Rusia, pada 2024. Pasukan tersebut dikerahkan untuk membantu Rusia menghadapi serangan besar-besaran Ukraina di kawasan itu.
Zelensky menyatakan persiapan kedatangan tambahan puluhan ribu tentara Korea Utara telah dilakukan sejak pertengahan tahun ini.
"Persiapan untuk menerima mereka telah dilakukan di wilayah Voronezh, Rusia, sejak bulan Juni," ujar Zelensky.
Baca Juga: Geger Isu Zelensky Tewas Usai Serangan Rusia, Aktivitas Terbaru Presiden Ukraina Jadi Sorotan
Selain pengiriman personel militer, Zelensky juga menuding Korea Utara tengah bersiap memasok peluncur rudal balistik baru kepada Rusia. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi Ukraina tetapi juga bagi kawasan Asia.
"Ini bukan hanya ancaman bagi Ukraina. Rusia membantu Korea Utara mempelajari cara berperang, menyempurnakan persenjataannya, dan memperoleh pengalaman tempur nyata dalam penggunaannya," katanya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama militer kedua negara berpotensi meningkatkan kemampuan tempur Korea Utara.
"Semua ini merupakan ancaman bagi setiap negara di Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara," katanya.
Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan tinggal diam menghadapi rencana penambahan pasukan Korea Utara tersebut. Ia memastikan pemerintahannya akan mengambil langkah sebagai respons terhadap ancaman yang dinilai semakin meningkat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)