Tentara Israel Divonis 5 Tahun Penjara usai Terbukti Jadi Mata-mata Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Seorang prajurit Israel dijatuhi hukuman lima tahun penjara setelah terbukti melakukan aksi spionase untuk Iran.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Rabu, 15 Juli 2026, mengungkapkan bahwa prajurit tersebut menjalankan aktivitas sebagai mata-mata bagi Iran ketika konflik bersenjata antara Israel dan Iran pecah pada Juni 2025.

Kasus ini mengejutkan publik Israel karena melibatkan anggota militer aktif yang diduga membocorkan informasi kepada pihak musuh.

Aksi tersebut terungkap setelah polisi militer, Kepolisian Israel, dan badan intelijen Shin Bet melakukan penyelidikan gabungan.

Dilansir dari The Times of Israel, Kamis 16 Juli 2026, prajurit yang masih menjalani wajib militer itu dinyatakan bersalah atas dakwaan berhubungan dengan agen asing serta memberikan informasi yang berpotensi menguntungkan pihak lawan.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa pada 2025 ia mulai berkomunikasi dengan sejumlah akun di Telegram yang menawarkan pekerjaan. Beberapa akun tersebut kemudian diketahui berasal dari Iran.

Salah satu kontak menawarkan imbalan uang sebagai kompensasi atas tugas mengambil gambar. Tentara tersebut diminta mengirimkan foto dan video yang berkaitan dengan aktivitas militer Israel.

Baca Juga: AS Kembali Blokade Laut untuk Kapal yang Terhubung dengan Iran di Selat Hormuz

Berdasarkan hasil penyelidikan, ia sempat mengirim dua rekaman video kepada agen penghubung Iran yang memperlihatkan proses pencegatan rudal dari lokasi sipil. Selain itu, ia juga mengirim beberapa video lain yang diambil dari lokasi sipil, termasuk rekaman dampak serangan rudal yang diperolehnya melalui internet.

"Pada akhirnya, setelah merasa tertekan, terdakwa memberi tahu seorang anggota unitnya bahwa dia telah berhubungan dengan agen asing. Keesokan harinya dia ditangkap oleh Shin Bet," demikian pernyataan militer.

Jaksa militer sebelumnya menuntut hukuman tujuh tahun penjara disertai hukuman tambahan, dengan alasan tindakan terdakwa sangat serius dan berisiko terhadap keamanan negara. Tuntutan itu juga dimaksudkan sebagai efek jera bagi pihak lain.

Baca Juga: Kemenkop Serap Anggaran 87,25 Persen pada 2025, Fokus Percepat Operasional Koperasi Merah Putih

Namun, pengadilan militer mempertimbangkan bahwa terdakwa tidak pernah menyerahkan informasi militer rahasia ataupun data yang diperoleh dari tugas resminya di IDF. Hakim juga memperhitungkan keputusan terdakwa yang menghentikan komunikasi dengan agen Iran dan melaporkan hal tersebut kepada komandannya.

Atas dasar itu, pengadilan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara, disertai masa percobaan, denda sebesar 1.000 shekel, serta penurunan pangkat menjadi prajurit, yang merupakan pangkat terendah di lingkungan IDF.

Pihak berwenang merahasiakan identitas prajurit tersebut beserta satuan tempatnya bertugas.

Selama dua tahun terakhir, puluhan warga Israel, termasuk sejumlah tentara aktif dan personel cadangan, telah didakwa melakukan aksi spionase untuk Iran. Dalam banyak kasus, perekrutan dilakukan melalui media sosial, terutama aplikasi Telegram.

Modus yang digunakan agen Iran umumnya diawali dengan tugas-tugas sederhana, seperti melakukan vandalisme atau mengambil foto di ruang publik, sebelum berkembang menjadi aktivitas yang lebih serius, bahkan melibatkan tindakan kekerasan.

Meningkatnya jumlah kasus spionase yang melibatkan Iran membuat Israel membuka sayap baru di Penjara Damon, Haifa, untuk menampung para tersangka kasus tersebut. Sebagian besar perkara hingga kini masih dalam proses hukum.

x|close