Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 06:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menarik pasukan negaranya dari Suriah dan Lebanon.

Dilansir dari Axios, Kamis, 16 Juli 2026, mengungkapkan bahwa permintaan tersebut disampaikan Trump saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Netanyahu pada Kamis pekan lalu.

Mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel, Axios menyebut Trump memperingatkan bahwa keberadaan militer Israel di Suriah justru memperbesar ketegangan dan berpotensi memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Mereka tidak mau kehadiran Anda di sini. Kalian (Israel) harus pindahkan (pasukan)," kata Trump kepada Netanyahu berdasarkan pejabat AS yang mengetahui percakapan kedua pemimpin seperti dikutip Middle East Monitor.

Selain membahas Suriah, Trump juga meminta Netanyahu menarik pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Dalam percakapan tersebut, Netanyahu sempat berargumen bahwa keberadaan pasukan Israel di Lebanon tetap diperlukan sebagai zona penyangga keamanan di sepanjang perbatasan negaranya.

Axios melaporkan pembicaraan melalui telepon itu berlangsung sehari setelah Trump bertemu Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki.

Baca Juga: Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Iran Jika Negosiasi Gagal

Sejak rezim Presiden Bashar Al Assad digulingkan kelompok pemberontak pada November 2024, Suriah mulai memperbaiki hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Bahkan, Washington pekan lalu resmi mencabut status Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, sebuah langkah yang dinilai menjadi tonggak penting dalam hubungan kedua negara.

Terkait Lebanon, Trump juga berulang kali mengingatkan Israel agar "menjaga sikap" dengan menghentikan operasi militer dan serangan di wilayah Lebanon selatan yang dikuasai kelompok Hizbullah, sekutu utama Iran.

Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial <b>(Antara)</b> Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial (Antara)

Trump secara terbuka menilai agresi Israel di Lebanon justru menghambat upaya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang. Menurutnya, keberlangsungan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel menjadi salah satu prasyarat agar perundingan Washington dan Teheran tetap dapat dilanjutkan.

Percakapan Trump dan Netanyahu ini kembali memunculkan spekulasi mengenai hubungan kedua pemimpin yang disebut mulai merenggang akibat perbedaan pandangan terkait konflik dengan Iran.

Di satu sisi, Trump berupaya mendorong Iran kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan damai. Sementara di sisi lain, Netanyahu dinilai menginginkan Amerika Serikat tetap melanjutkan tekanan militer terhadap Iran yang dianggap sebagai ancaman terbesar bagi keamanan Israel saat ini.

x|close