Jerman Danai Pembelian 50.000 Drone Tempur untuk Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Drone atau pesawat nirawak. ANTARA/Xinhua/pri Ilustrasi - Drone atau pesawat nirawak. ANTARA/Xinhua/pri (Antara)

Ntvnews.id, Berlin - Jerman disebut membiayai pengadaan sekitar 50.000 pesawat nirawak atau drone serang untuk mendukung kebutuhan militer Ukraina dalam menghadapi perang melawan Rusia.

Seorang sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa drone yang dibiayai Jerman mencakup tipe Shrike berteknologi first-person-view (FPV) yang diproduksi perusahaan Ukraina, SkyFall.

Drone tersebut dibekali perangkat lunak buatan perusahaan teknologi pertahanan Amerika Serikat (AS), Auterion, yang memungkinkan sistem secara otomatis melacak dan menghantam target bergerak pada tahap akhir penerbangan.

Dilansir dari Reuters, Selasa, 14 Juli 2026, Chief Executive Officer (CEO) Auterion, Lorenz Meier, membenarkan adanya kontrak tersebut. Ia mengatakan nilai kerja sama itu mencapai sekitar 90 juta dolar AS dan didanai oleh salah satu negara di Eropa.

Meier juga mengungkapkan bahwa sebagian drone telah dikirim ke pemerintah Ukraina, sedangkan sisanya dijadwalkan menyusul sepanjang tahun ini.

SkyFall turut mengonfirmasi keterlibatan Jerman dalam pengadaan drone tersebut. Namun, perusahaan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai proses pembelian.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jerman maupun Kementerian Pertahanan Ukraina belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Baca Juga: Iran Lakukan Serangan Rudal hingga Drone ke Yordania

Apabila benar, pengadaan ini menjadi salah satu transaksi pembelian drone terbesar yang pernah diketahui publik untuk mendukung kebutuhan militer Kyiv.

Sejak perang dengan Rusia berlangsung, Ukraina sangat bergantung pada penggunaan kendaraan nirawak dalam berbagai operasi tempur dan memproduksi jutaan drone setiap tahunnya. Pasukan Ukraina juga dilaporkan melancarkan ribuan serangan drone setiap hari.

Drone Shrike sendiri telah digunakan di medan perang Ukraina sejak 2023 dan dikenal sebagai pesawat nirawak berbiaya relatif murah.

Salah satu variannya, Shrike 10-F, yang dikembangkan SkyFall bersama perusahaan Inggris Skycutter, baru-baru ini menjadi peringkat teratas pada putaran pertama kompetisi yang diselenggarakan Pentagon. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari program senilai 1,1 miliar dolar AS untuk pengadaan ratusan ribu drone serang sekali pakai.

Auterion menyatakan perangkat lunaknya digunakan oleh sejumlah peserta dalam kompetisi tersebut.

Ilustrasi - Drone DJI. (DJI)  <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Drone DJI. (DJI) (Antara)

Menurut Meier, Auterion menargetkan mendukung pengiriman total 100.000 drone ke Ukraina sepanjang tahun ini melalui kerja sama dengan berbagai produsen perangkat keras dan pendanaan dari sejumlah pemerintah Barat.

Salah satu kerja sama itu mencakup kontrak Pentagon senilai 50 juta dolar AS untuk memasok 33.000 drone yang disebut telah dikirim ke Ukraina.

Selain Jerman, Inggris pada bulan lalu juga mengumumkan rencana pengiriman 150.000 drone ke Ukraina tahun ini sebagai bagian dari paket bantuan yang nilainya mencapai 752 juta poundsterling.

TERKINI

Malapetaka di Bar yang Tewaskan 27 Orang

Luar Negeri Selasa, 14 Jul 2026 | 08:16 WIB

Gelombang Panas Panggang AS, Suhu Tembus 43 Derajat Celsius

Luar Negeri Selasa, 14 Jul 2026 | 08:16 WIB

Jerman Danai Pembelian 50.000 Drone Tempur untuk Ukraina

Luar Negeri Selasa, 14 Jul 2026 | 08:15 WIB

Drone Rusia Jatuh di Wilayah Moldova

Luar Negeri Selasa, 14 Jul 2026 | 08:00 WIB

VIDEO: Ngerinya Api Hantam Kedaton Bandar Lampung

Viral Selasa, 14 Jul 2026 | 07:28 WIB

Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar NU ke-35 di Jombang

Nasional Selasa, 14 Jul 2026 | 06:28 WIB

Dubes Pastikan Saudi Aman Bagi Jamaah di Tengah Eskalasi AS-Iran

Luar Negeri Selasa, 14 Jul 2026 | 05:33 WIB
Load More
x|close