Ntvnews.id, Moskow - Rusia menilai Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan tetap menjalankan kebijakan yang dianggap mengancam keamanan negaranya di berbagai kawasan. Hal itu disampaikan Direktur Departemen Urusan Eropa Kementerian Luar Negeri Rusia, Vladislav Maslennikov.
"(NATO) akan terus mengedepankan agenda konfrontatif terhadap Rusia dan secara praktis menimbulkan ancaman terhadap keamanan kami di berbagai wilayah geografis dan lingkungan operasional," kata Maslennikov kepada RIA Novosti.
Baca Juga: NATO Koordinasi dengan AS soal Rencana Penarikan Pasukan dari Jerman
Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Juli 2026 di Ankara, Turkiye, Maslennikov mengatakan agenda utama pertemuan diperkirakan akan berfokus pada penguatan hubungan trans-Atlantik.
Selain itu, para anggota NATO juga diperkirakan membahas implementasi keputusan KTT NATO 2025 di Den Haag, Belanda, yang mencakup target peningkatan belanja pertahanan menjadi 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2035, perluasan kapasitas industri pertahanan, serta kelanjutan bantuan kepada Ukraina.
Baca Juga: Bos NATO Kunjungi Ibu Kota Ukraina Secara Rahasia
Menurut Maslennikov, isu Rusia juga diperkirakan menjadi salah satu topik pembahasan dalam forum tersebut.
"Masalah Rusia tak diragukan lagi akan dibahas dalam konteks butir-butir terkini tersebut. Sulit untuk mengatakan seberapa besar kemajuan yang akan dicapai NATO di bidang ini," kata diplomat tersebut.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Deretan bendera negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). (Antara)