Ntvnews.id, Kyiv -Sekretaris Jenderal North Atlantic Treaty Organization, Mark Rutte, melakukan kunjungan mendadak ke Kyiv, Ukraina, pada Rabu, 3 Juni 2026. Kunjungan tersebut tidak diumumkan sebelumnya dan berlangsung di tengah meningkatnya serangan besar-besaran Rusia ke berbagai wilayah Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv.
Kedatangan Rutte pertama kali diungkap oleh operator kereta nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia, melalui unggahan di media sosial.
"Hari ini di stasiun kereta Kyiv, kami dengan senang hati menyambut Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte," tulis operator kereta Ukraina, Ukrzaliznytsia, di media sosialnya.
Dalam unggahan tersebut, Ukrzaliznytsia juga membagikan sejumlah foto yang memperlihatkan Rutte saat tiba di peron stasiun kereta Kyiv. Operator kereta itu menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata NATO kepada Ukraina yang masih menghadapi invasi Rusia.
"Kunjungan ini sangat penting, sama seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, karena merupakan bentuk solidaritas dan dukungan dari aliansi terhadap negara kami," lanjut pernyataan Ukrzaliznytsia di media sosial.
Baca Juga: Drone Milik Rusia Jatuh di Rumania, Ini Reaksi NATO
Meski demikian, unggahan mengenai kedatangan Rutte itu kemudian dihapus tidak lama setelah dipublikasikan.
Kunjungan rahasia Rutte berlangsung hanya beberapa jam setelah Ukraina melancarkan serangan drone ke sejumlah fasilitas energi dan militer di Saint Petersburg, Rusia. Serangan tersebut terjadi ketika kota itu tengah menjadi tuan rumah forum ekonomi utama Rusia yang dihadiri pejabat serta tamu penting dari berbagai negara.
Di sisi lain, konflik di Ukraina terus memakan korban jiwa. Sehari sebelum kunjungan Rutte, serangan rudal dan drone Rusia dilaporkan menewaskan sedikitnya 23 orang di Kyiv dan wilayah timur Ukraina, termasuk kota Dnipro.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebelumnya kembali mendesak negara-negara anggota NATO untuk meningkatkan bantuan pertahanan guna melindungi negaranya dari gelombang serangan rudal balistik Rusia yang terus berlanjut.
Kehadiran Rutte di Kyiv dipandang sebagai sinyal dukungan politik dan keamanan dari NATO kepada Ukraina di tengah eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kunjungan tersebut juga menegaskan komitmen aliansi pertahanan Barat itu untuk terus mendukung Ukraina dalam menghadapi tekanan militer Rusia.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. (AP)