Serangan Drone Besar Ukraina Hantam Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)

Ntvnews.id, Moskow - Salah satu serangan drone terbesar yang dilancarkan Ukraina ke wilayah Rusia, termasuk Moskow, dilaporkan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai belasan lainnya.

Dilansir dari The Guardian, Jumat, 22 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut gelombang sekitar 600 drone yang diluncurkan Ukraina telah menyerang 14 wilayah Rusia, termasuk Semenanjung Krimea, Laut Hitam, dan Laut Azov. Dampak serangan tersebut membuat kawasan sekitar ibu kota Rusia menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.

Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengonfirmasi bahwa seorang perempuan tewas setelah sebuah drone menghantam rumah di Khimki, utara Moskow. Dua korban lainnya juga dilaporkan meninggal di Desa Pogorelki, distrik Mytishchi.

Vorobyov menambahkan bahwa sejumlah gedung apartemen dan infrastruktur mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Tim penyelamat saat ini masih melakukan pencarian korban di antara puing-puing bangunan.

Baca Juga: MA Tolak PK Terpidana Korupsi Selter Tsunami Lombok Utara, Hukuman Tetap Berlaku

“Sejak pukul 3 pagi tadi, pasukan pertahanan udara telah memukul mundur serangan d rone skala besar di wilayah ibu kota,” ungkap Vorobyov, dikutip dari The Guardian.

Di sisi lain, mengutip Al Jazeera, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi serangan tersebut. Ia menyebut aksi itu sebagai respons atas serangan Rusia yang terus berlanjut ke kota-kota Ukraina.

“Tanggapan kami terhadap perpanjangan perang oleh Rusia dan serangannya terhadap kota-kota dan komunitas kami sepenuhnya dibenarkan. Kali ini, kemampuan jarak jauh Ukraina mencapai wilayah Moskow, dan kami dengan jelas mengatakan kepada Rusia bahwa negara mereka harus mengakhiri perang ini,” tutur Zelensky, dikutip dari Al Jazeera.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. <b>(Antara)</b> Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)

Pejabat Ukraina juga menyebut bahwa serangan Rusia masih terus berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk Kharkiv, dengan target 15 permukiman dalam 24 jam terakhir yang menyebabkan tujuh warga terluka.

Sebelumnya, rangkaian serangan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya perang. Trump bahkan sempat menyebut bahwa Moskow dan Kyiv akan segera mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran.

x|close