Iran Peringatkan Perang Bisa Meluas ke Luar Timur Tengah Jika AS-Israel Serang Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 16:59
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Khademi Kepala organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Khademi (X)

Ntvnews.id, Jakarta - Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah berpotensi meluas jauh melampaui kawasan apabila Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran. Ancaman itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington setelah kedua pihak saling melontarkan ultimatum terkait kelanjutan konflik.

"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/5/2026).

Peringatan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington masih membuka kemungkinan untuk kembali menyerang Iran apabila tidak tercapai kesepakatan guna mengakhiri perang dalam beberapa hari ke depan.

Konflik antara kedua pihak terus diwarnai peningkatan ancaman meski proses pertukaran proposal penghentian perang sedang berlangsung. Perang sendiri pecah sejak 28 Februari, sementara gencatan senjata mulai diberlakukan pada 8 April.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi menegaskan Iran belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya meskipun telah menghadapi serangan besar dari Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

"Musuh Amerika-Zionis... harus tahu bahwa meskipun serangan dilakukan terhadap kita menggunakan kemampuan penuh dari dua tentara termahal di dunia, kita belum mengerahkan kekuatan penuh revolusi Islam," kata Garda Revolusi.

Perang yang telah berlangsung hampir 40 hari itu menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kondisi tersebut kemudian memicu serangan balasan berupa rudal dan drone yang dilancarkan Teheran ke berbagai wilayah.

Di sisi lain, Trump kembali menegaskan adanya tenggat waktu singkat sebelum kemungkinan serangan baru dilancarkan apabila upaya kesepakatan gagal tercapai. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (19/5), sehari setelah ia mengungkapkan bahwa para pemimpin negara-negara Teluk Arab sempat memintanya menunda serangan pada saat-saat terakhir.

"Saya mengatakan dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, sesuatu, mungkin awal minggu depan, jangka waktu terbatas," katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut memperingatkan konsekuensi apabila perang kembali pecah. Melalui unggahan di media sosial X, ia menegaskan bahwa eskalasi konflik akan membawa dampak yang lebih besar.

"kembalinya perang akan menghadirkan lebih banyak kejutan".

x|close