Progres LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Sudah 92,76 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 18:40
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai (Kemenhub)

Ntvnews.id, Jakarta - Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, progres proyek transportasi massal tersebut telah mencapai 92,76 persen dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko mengatakan pihaknya sebagai kontraktor yang menangani integrasi sipil, rel, sistem, hingga operasional terus mempercepat pengerjaan proyek dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan kerja.

Menurut Paulus, keselamatan konstruksi menjadi prioritas utama, baik dalam pengamanan metode pembangunan balance cantilever maupun keselamatan pengguna jalan di sekitar proyek.

"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," katanya, Rabu, 20 Mei 2026.

Selain itu, Waskita bersama PT Jakarta Propertindo atau Jakpro telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) untuk sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B. Salah satu tahapan yang telah dilakukan adalah pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.

Paulus menjelaskan, tantangan terbesar dalam pembangunan proyek LRT Jakarta adalah kondisi lalu lintas ibu kota yang padat serta keterbatasan ruang kerja di area proyek. Untuk mengatasi hambatan tersebut, pengerjaan konstruksi banyak dilakukan pada malam hari. Strategi ini diterapkan guna meminimalkan gangguan lalu lintas sekaligus menjaga efektivitas pekerjaan.

"Kami melihat ini sebagai constraint (hambatan) yang harus dikelola, bukan dihindari," katanya.

Salah satu titik krusial dalam pembangunan proyek ini berada di perlintasan Jalur Tol Wiyoto Wiyono pada kilometer 1+700 hingga 2+100. Demi menjaga arus lalu lintas tetap lancar selama konstruksi berlangsung, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang mencapai 120 meter.

Baca Juga: Pramono Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Beroperasi Agustus

Ilustrasi proyek LRT Jakarta. PT Waskita Karya (Persero) <b>(Antara)</b> Ilustrasi proyek LRT Jakarta. PT Waskita Karya (Persero) (Antara)

Tak hanya itu, tim proyek juga rutin melakukan survei monitoring dan pemeriksaan chamber setiap hari. Pengamanan tambahan berupa pemasangan jaring pengaman di sekitar segmen girder balance turut diterapkan untuk memastikan keselamatan konstruksi.

Berkat berbagai langkah tersebut, proyek pembangunan balance cantilever LRT Jakarta Fase 1B berhasil mencatatkan zero accident atau nol kecelakaan kerja.

Perlintasan di atas Tol Wiyoto Wiyono disebut menjadi salah satu ikon penting dalam pengujian jalur LRT Jakarta. Keberhasilan pembangunan lintasan tersebut menunjukkan kemampuan konstruksi nasional dalam mengintegrasikan moda transportasi modern di tengah padatnya aktivitas perkotaan Jakarta.

Paulus juga menegaskan koordinasi antara Waskita dan Jakpro terus diperkuat agar seluruh tahapan Testing and Commissioning berjalan lancar.

Hasil pengujian jalur terbaru menunjukkan kereta LRT mampu melaju mulus dari Velodrome menuju Pasar Pramuka menggunakan tenaga listrik penuh tanpa kendala berarti.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan proses T&C dilakukan secara sistematis dan menyeluruh terhadap seluruh komponen sebelum operasional komersial dimulai.

Pengujian tersebut mencakup jalur rel, sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional secara keseluruhan. Menurut Iwan, setiap bagian dari jalur layang LRT Jakarta merupakan tanggung jawab besar kepada masyarakat yang nantinya akan menggunakan layanan tersebut setiap hari.

"Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang," katanya.

Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai sendiri telah dimulai sejak Oktober 2023 dengan total investasi mencapai Rp4,1 triliun. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas transportasi publik dan mengurangi kemacetan di Jakarta.

(Sumber: Antara)

x|close