Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes DKI Sebut Bukan Klaster dari Kapal Pesiar MV Hondius

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 16:11
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ani Ruspitawati di halaman Balai Kota DKI, Rabu, 8 April 2026. Ani Ruspitawati di halaman Balai Kota DKI, Rabu, 8 April 2026. (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati memastikan kasus Hantavirus yang ditemukan di Jakarta tidak berkaitan dengan klaster kapal pesiar MV Hondius. Ia menyampaikan bahwa kasus yang muncul merupakan hasil pemantauan rutin yang dilakukan sepanjang tahun 2026.

Ani menjelaskan, hingga saat ini terdapat empat kasus Hantavirus yang tercatat di Jakarta. Tiga pasien telah dinyatakan sembuh dengan gejala ringan, sementara satu pasien lainnya masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Sepanjang 2026 yang ada di catatan kami, sepanjang 2026 sampai sekarang ini ada 4 kasus yang sudah kita temukan. Tiga orangnya sudah sembuh bergejala ringan, satu orangnya sekarang masih suspek. Belum, harus ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium," ucapnya di DPRD DKI Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Menurutnya, Hantavirus bukan virus baru seperti COVID-19. Virus tersebut telah lama dikenal dan terus dipantau oleh otoritas kesehatan setiap tahunnya.

"Hantavirus sebetulnya virus lama ya, itu bukan virus baru. Jadi berbeda dengan COVID dulu kan memang dia new emerging," katanya.

Ani menjelaskan, penularan Hantavirus umumnya berasal dari tikus ke manusia melalui paparan air liur, urine, kotoran tikus, maupun debu yang terkontaminasi dan terhirup manusia.

Baca Juga: Argentina Hadapi Musim Hantavirus Terburuk dalam Beberapa Tahun Terakhir

Gambar ilustrasi hantavirus. (ChatGPT Go/antons) <b>(Antara)</b> Gambar ilustrasi hantavirus. (ChatGPT Go/antons) (Antara)

Baca Juga: Seluruh Penumpang Kapal MV Hondius Dievakuasi Usai Wabah Virus Hanta Tewaskan Tiga Orang

Ia juga menegaskan bahwa varian Hantavirus yang dapat menular antarmanusia, yakni varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan, hingga kini belum ditemukan di Indonesia.

"Jadi yang ada di kita masih yang menularnya dari vektornya, dari tikus ke manusia gitu," jelasnya.

Untuk pasien yang masih berstatus suspek, Dinkes DKI telah menerapkan prosedur isolasi sebagai langkah kehati-hatian sambil menunggu hasil laboratorium keluar. Namun, seluruh kasus yang ditemukan sejauh ini disebut memiliki gejala ringan.

"Pokoknya kalau kita ketemu suspek kita akan, prinsipnya adalah isolasi untuk kehati-hatian sampai kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Dan sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan, dan tiga itu sudah sembuh semua," terangnya.

Ani Ruspitawati juga membantah isu yang menyebut kasus tersebut berasal dari klaster kapal pesiar MV Hondius.

"Bukan, enggak. Bukan. Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Masyarakat diimbau rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat berada di area yang berisiko terkontaminasi tikus, serta menjaga daya tahan tubuh.

x|close