Infografik: Waspada Hantavirus, Kasus Global Meningkat pada 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 07:18
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Munculnya klaster kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei 2026 memicu respons kesiapsiagaan global. Meski risiko penularan cukup rendah, masyarakat perlu waspada untuk mencegah potensi penyebaran virus ini. Munculnya klaster kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei 2026 memicu respons kesiapsiagaan global. Meski risiko penularan cukup rendah, masyarakat perlu waspada untuk mencegah potensi penyebaran virus ini. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Munculnya klaster kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei 2026 memicu kewaspadaan global terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 8 Mei 2026, tercatat enam kasus terkonfirmasi dengan dua kematian serta dua kasus suspek dengan satu korban meninggal dunia. Secara keseluruhan, jumlah kematian terkait kasus di kapal pesiar tersebut mencapai tiga orang.

Meski risiko penularannya dinilai masih rendah, pemerintah dan otoritas kesehatan internasional tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hantavirus yang terkonfirmasi pada kasus kapal pesiar diketahui merupakan varian Andes, salah satu jenis virus yang dapat menular antarmanusia. Kasus tersebut menjadi perhatian karena penyebarannya melibatkan perjalanan internasional melalui kapal pesiar.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Waspada terhadap Hantavirus

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, Indonesia mencatat total 23 kasus hantavirus selama periode 2024 hingga 8 Mei 2026. Dari jumlah itu, sebanyak 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara tiga lainnya meninggal dunia. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa kasus di Indonesia tidak berkaitan dengan klaster hantavirus yang muncul di kapal pesiar MV Hondius.

Secara global, jumlah kasus hantavirus juga menunjukkan peningkatan. Pada 2025 tercatat sebanyak 328 kasus, sedangkan hingga 4 Mei 2026 sudah terdapat 59 kasus tambahan sehingga total mencapai 387 kasus. Penyebaran kasus dilaporkan terjadi di sejumlah negara, antara lain Argentina, Chile, Bolivia, Brasil, Panama, Paraguay, Uruguay, Amerika Serikat, Taiwan, hingga Indonesia.

Baca Juga: Argentina Hadapi Musim Hantavirus Terburuk dalam Beberapa Tahun Terakhir

Penularan hantavirus umumnya terjadi akibat menghirup debu yang terkontaminasi kotoran tikus, kontak langsung dengan hewan pembawa virus, atau melalui luka terbuka yang terpapar urine, feses, maupun saliva tikus. Gejala yang muncul meliputi demam, pusing, batuk, sakit tenggorokan, mual, hingga sakit perut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan WHO dan mempersiapkan langkah skrining guna mencegah penyebaran lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menyimpan makanan dalam wadah tertutup untuk mengurangi risiko penularan.

Berikut Infografiknya:

Munculnya klaster kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei 2026 memicu respons kesiapsiagaan global. Meski risiko penularan cukup rendah, masyarakat perlu waspada untuk mencegah potensi penyebaran virus ini. <b>(Antara)</b> Munculnya klaster kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei 2026 memicu respons kesiapsiagaan global. Meski risiko penularan cukup rendah, masyarakat perlu waspada untuk mencegah potensi penyebaran virus ini. (Antara)

(Sumber: Antara)

x|close