DPR Minta Pemerintah Waspada terhadap Hantavirus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 17:40
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi virus. Ilustrasi virus. (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus yang dilaporkan muncul di beberapa wilayah Indonesia. Permintaan ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher.

Diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, tercatat 23 kasus Hantavirus dengan tiga kasus kematian dalam kurun tiga tahun terakhir yang tersebar di sembilan provinsi.

"Walaupun jumlah kasusnya belum besar, tingkat fatalitas yang mencapai 13 persen tidak boleh dianggap ringan. Pemerintah harus bergerak cepat memperkuat deteksi dini, surveillance, dan edukasi kesehatan masyarakat," ujar Netty, Jumat, 8 Mei 2026.

Netty mengatakan, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, baik lewat urine, kotoran, air liur, maupun debu yang telah terkontaminasi.

Kata dia, gejala awal penyakit tersebut sering kali menyerupai flu biasa sehingga masyarakat kerap tidak menyadarinya sejak dini.

Gejala yang muncul yaitu demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, mual, muntah, hingga gangguan pernapasan.

"Karena gejalanya mirip penyakit umum lainnya, masyarakat sering terlambat menyadari. Padahal jika kondisi memburuk, Hantavirus dapat menyerang paru-paru maupun organ tubuh lainnya dan berisiko fatal," papar dia.

Netty berpandangan, penyebaran penyakit ini berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta tingginya paparan tikus di kawasan padat penduduk.

"Ini menjadi alarm penting bahwa kesehatan masyarakat tidak bisa dipisahkan dari kualitas lingkungan. Pencegahan harus dimulai dari pengendalian faktor risiko di masyarakat," jelas dia.

Atas itu dia meminta pemerintah memperkuat surveillance epidemiologi serta meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah yang telah terdeteksi kasus Hantavirus.

"Tenaga kesehatan perlu mendapatkan penguatan kapasitas agar mampu mengenali gejala secara cepat, melakukan diagnosis dini, serta mencegah keterlambatan penanganan," papar dia.

Di samping penguatan layanan kesehatan, Netty juga menekankan pentingnya edukasi publik secara luas agar masyarakat memahami cara penularan penyakit tersebut tanpa memicu kepanikan.

"Edukasi harus masif. Masyarakat perlu memahami bahwa penularan dominan berasal dari tikus dan lingkungan yang terkontaminasi, sehingga langkah-langkah menjaga kebersihan rumah dan lingkungan menjadi sangat penting," papar dia.

Ia mengimbau masyarakat rutin membersihkan rumah, menjaga tempat penyimpanan makanan tetap higienis, menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala setelah terpapar lingkungan yang diduga terkontaminasi.

Netty turut mendorong adanya koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat pengendalian populasi tikus, perbaikan sanitasi, hingga pengelolaan sampah.

"Kita tidak boleh menunggu kasus membesar baru bertindak. Prinsip kesehatan masyarakat adalah mencegah sebelum menjadi wabah," kata dia.

x|close