BGN Prioritaskan SPPG di Daerah 3T dan Wilayah dengan Stunting Tinggi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 16:15
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kiri) didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan keterangan pers di kantor BGN Jakarta, Jumat (7/8/2026). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan pihaknya telah memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjabat sebagai kepala dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) atas tindakan tidak disiplin Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kiri) didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan keterangan pers di kantor BGN Jakarta, Jumat (7/8/2026). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan pihaknya telah memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjabat sebagai kepala dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) atas tindakan tidak disiplin (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemetaan terhadap sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan dari ribuan SPPG tersebut terdapat sekitar 1.700 titik yang berada di wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi.

"Sebanyak 13 ribu itu kita sisir, lalu terdapat 1.700-an yang in line (sesuai) sama stunting tinggi dan sangat tinggi di daerah," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut mengatakan BGN juga akan segera mengaktifkan lebih dari 100 dapur MBG yang telah siap beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia.

Dapur-dapur tersebut tersebar di Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, hingga Nias, Sumatra Utara. Sebanyak sekitar 114 titik dijadwalkan mulai diaktifkan pada pekan berikutnya.

"Minggu depan kami akan merilis, mengaktifkan kira-kira lebih dari 100 titik yang tersebar di Papua, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Nias, ada sekitar 114 titik di minggu depan yang dapurnya sudah siap, tinggal diaktivasi untuk segera bisa beroperasi. Jadi yang 3T dan rawan stunting menjadi prioritas," paparnya.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono: 950 Dapur MBG Dicurigai Tidak Layak

Sudaryono juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengaku dapat membantu mengaktifkan operasional SPPG dengan mengatasnamakan BGN.

Menurut dia, setelah pemerintah mengumumkan pembukaan titik dapur MBG baru, terdapat oknum yang mencoba menawarkan jasa untuk mengurus aktivasi dengan meminta sejumlah uang.

"Misal ada yang bilang, 'Kamu bayar saya karena saya orangnya pak Daryono', itu bohong! Laporkan polisi karena itu sudah pasti penipuan. Jadi, penentuan titik itu sekarang semua sudah by sistem, saya tidak tahu titik itu punya siapa," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga mengungkapkan BGN telah memproses pemberhentian 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas sebagai kepala dapur MBG karena melakukan pelanggaran disiplin.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Minta Siswa Tak Bawa Pulang Makanan MBG

"Per hari ini kami telah memproses pemberhentian dan pembinaan SPPI atau kepala dapur MBG, sebanyak 66 kasus dalam proses, jadi diberhentikan secara tidak hormat karena tindakan indisipliner, yakni tidak berada di tempat (dapur MBG) lebih dari 10 hari secara berturut-turut, kemudian ada kejadian phishing, yaitu mengaku duitnya hilang karena penipuan dan lain-lain, kemudian ada juga yang terlibat judi online," katanya.

Selain 66 kepala dapur yang diproses pemberhentian, BGN saat ini juga melakukan pembinaan internal terhadap 60 SPPI. Pembinaan tersebut berkaitan dengan konflik antara mitra dan SPPG yang selama ini menjalankan pengelolaan distribusi program MBG.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close