Ntvnews.id, Jakarta -Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menepis anggapan bahwa Sekolah Rakyat memiliki kualitas pendidikan yang lebih rendah dibandingkan sekolah pada umumnya. Sebaliknya, ia menegaskan lembaga pendidikan tersebut justru memiliki mutu yang siap bersaing.
Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Sabtu (8/8/2026), Teddy menekankan bahwa Sekolah Rakyat sengaja dirancang guna membukakan pintu pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya sempat putus sekolah atau terpaksa turun ke jalan.
"Sekolah Rakyat tidak bermutu, kata siapa?" ujar Teddy.
Teddy membeberkan bahwa hingga Agustus 2026, tercatat lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya terputus dari akses pendidikan kini telah kembali mengecap bangku sekolah melalui program Sekolah Rakyat. Capaian ini dihitung sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Bukan sebatas mengembalikan anak ke ruang kelas, Sekolah Rakyat turut memfasilitasi para siswa dengan tempat tinggal, asupan makanan, jaminan layanan kesehatan, pengajaran ilmu dan adab, hingga pemenuhan sarana belajar yang memadai.
Berbagai keunggulan tersebut dibuktikan dengan torehan prestasi para siswanya di kancah nasional. Sebagai contoh, tujuh siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar berhasil memboyong gelar juara di ajang Olimpiade Nasional Indonesia (ONI), Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD), hingga Airlangga Competition untuk bidang studi Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, serta Sejarah.
"Insyaallah di sini, di Sekolah Rakyat, anak-anak yang dulunya di jalanan kini dapat bermimpi besar, bercita-cita tinggi," tutur Teddy.
Ia menambahkan, pembinaan di Sekolah Rakyat dirancang secara seimbang agar mampu mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki fondasi moral yang kuat.
"Di sini akan lahir anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga anak-anak yang beradab," pungkasnya.
(Sumber:Antara)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya berdialog dengan salah satu siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Rintisan Politeknik Penerbangan Indonesia, Curug, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026). (Antara)